Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Perluas Pasar, Kemenperin Fasilitasi Business Matching Pati Ubi Kayu
Kamis, 22 Januari 2026 13:57 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memfasilitasi kegiatan Business Matching antara industri produsen pati ubi kayu dengan industri pengguna sebagai upaya memperluas pasar dalam negeri, mendorong substitusi impor, serta memperkuat rantai pasok industri pengolahan ubi kayu nasional.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Perhimpunan Pengusaha Tepung Tapioka Indonesia (PPTTI), industri pengolah dan pengguna pati ubi kayu, serta Direktorat Jenderal Industri Agro Kemenperin.
“Kegiatan ini bertujuan memperluas pasar pati ubi kayu dalam negeri, mendorong diversifikasi spesifikasi produk sesuai kebutuhan industri pengguna, serta memperkuat kemandirian industri nasional,” kata Putu dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan Business Matching di Jakarta, Kamis (22/1/12026).
Baca juga : Menperin: Investasi Kawasan Industri Tembus Rp 6.744 T
Putu menjelaskan, pembiayaan pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh PPTTI, sementara Kemenperin berperan memfasilitasi pelaksanaannya. Pembukaan kegiatan dilaksanakan di Ruang Garuda Widya Chandra, sedangkan sesi Business Matching berlangsung di Ruang Garuda Gatot Subroto.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 17 industri pati ubi kayu yang berlokasi di Provinsi Lampung serta 51 calon pembeli. Para calon pembeli terdiri atas dua asosiasi industri dan 49 industri pengguna pati ubi kayu dari sektor pangan dan nonpangan.
Industri pangan yang terlibat antara lain sektor pemanis, bumbu, makanan ringan, dan mi instan. Sementara dari sektor nonpangan, pati ubi kayu dimanfaatkan oleh industri kertas, bahan kimia, hingga etanol.
Baca juga : KBRI Tokyo-Kemenperin Fasilitasi Japan-US Training Bagi Transisi Energi Nasional
Putu menambahkan, Business Matching dilaksanakan melalui pertemuan bisnis secara one-on-one antara produsen dan pengguna pati ubi kayu yang dibagi ke dalam tiga sesi. Skema tersebut diharapkan dapat mendorong terjalinnya kemitraan langsung antarpelaku industri.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap industri pati ubi kayu dalam negeri dapat melakukan diversifikasi spesifikasi produk sesuai kebutuhan industri pengguna, sehingga daya saing dan kemandirian industri nasional semakin meningkat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi partisipasi perusahaan, asosiasi, serta seluruh peserta yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Kemenperin berharap Business Matching ini dapat menghasilkan kerja sama konkret dan berkelanjutan antara industri produsen dan pengguna pati ubi kayu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya