Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Awal 2026, Elnusa Tancap Gas Eksplorasi Migas Di Indonesia Timur
Selasa, 27 Januari 2026 18:07 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Elnusa Tbk mempercepat pelaksanaan jasa eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia Timur pada awal 2026 melalui penguatan kapabilitas teknologi seismik darat (onshore).
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Elnusa sebagai perusahaan jasa energi terintegrasi dalam mendukung ketahanan energi nasional dengan mengedepankan penguasaan teknologi dan inovasi sebagai pengungkit percepatan eksplorasi.
Corporate Secretary Elnusa Rustam Aji mengatakan, penguatan teknologi seismik menjadi kunci utama untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas pekerjaan eksplorasi sejak awal tahun.
Baca juga : Elnusa Perkuat Teknologi Seismik, Percepat Eksplorasi Migas Indonesia Timur
“Elnusa mengawali 2026 dengan fokus mempercepat pekerjaan jasa eksplorasi melalui investasi pada teknologi seismik generasi terbaru. Penguatan ini dilakukan untuk memastikan kualitas data yang optimal, efisiensi pelaksanaan proyek, serta penerapan standar keselamatan dan keandalan operasional yang tinggi,” ujar Rustam dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (26/1/2026).
Ia menambahkan, Elnusa siap mendukung kegiatan survei seismik di kawasan Indonesia Timur yang memiliki tantangan geografis dan geologis tersendiri.
“Kawasan timur Indonesia membutuhkan pendekatan teknologi yang fleksibel dan adaptif. Dengan kapabilitas yang kami miliki saat ini, Elnusa siap mendukung kebutuhan survei seismik di wilayah tersebut secara lebih cepat dan efektif,” katanya.
Baca juga : Dirut BRI Ungkap Peluang Akselerasi Bisnis Fintech di Indonesia di WEF 2026
Sebagai bagian dari penguatan kapabilitas, Elnusa melakukan investasi strategis dengan mengadakan 25.000 unit STRYDE Range+ nodes yang memiliki daya tahan operasional lebih panjang. Perangkat tersebut didukung oleh STRYDE Nimble System dan STRYDE Mini System yang memberikan fleksibilitas tinggi dalam perancangan serta pelaksanaan survei seismik.
Kombinasi dual-platform tersebut memungkinkan pengerjaan proyek secara simultan dan optimal untuk survei seismik dua dimensi (2D) maupun tiga dimensi (3D), terutama di wilayah dengan struktur geologi kompleks, medan yang menantang, serta keterbatasan akses.
Pemanfaatan teknologi seismik nodal ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas data seismik berdensitas tinggi, mempercepat waktu akuisisi, serta menekan biaya operasional. Akselerasi dari tahap akuisisi hingga interpretasi data juga diharapkan mendorong pengambilan keputusan eksplorasi yang lebih cepat dan akurat.
Baca juga : Prabowo Subianto: WEF Davos dan Narasi Masa Depan Ekonomi Indonesia
Dengan penguatan kapabilitas seismik sejak awal 2026, Elnusa menegaskan perannya sebagai mitra strategis industri energi nasional yang mengedepankan keandalan operasional, keselamatan kerja, serta penguasaan teknologi dalam mendukung keberlanjutan eksplorasi migas, khususnya di Indonesia Timur.
Ke depan, Elnusa akan terus menempatkan teknologi dan inovasi sebagai inti pengembangan bisnis jasa energi terintegrasi guna menghadirkan solusi yang adaptif, kompetitif, dan berorientasi jangka panjang bagi ketahanan energi nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya