Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Strategi Patra Drilling Contractor 2026: Cetak Laba Rp 141 Miliar pada 2025
Kamis, 29 Januari 2026 16:51 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Patra Drilling Contractor (PDC) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp 141 miliar (data unaudited).
Capaian ini menjadi landasan perusahaan untuk memperkuat daya saing dan transformasi bisnis pada tahun 2026.
Dalam kegiatan Townhall Meeting (THM) yang digelar pada Selasa (20/1/2026), perusahaan melaporkan pendapatan sebesar Rp 2,83 triliun dengan EBITDA mencapai Rp 245 miliar.
Realisasi ini diikuti dengan pengelolaan arus kas yang stabil, di mana periode penagihan (collection period) tercatat selama 92 hari, melampaui target internal perusahaan.
Baca juga : Dedi Mulyadi Targetkan Laba Bank bjb Rp 2,2 Triliun pada 2026
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama PDC, Fitra Adriza, menyatakan bahwa pertumbuhan keuangan yang sehat ini beriringan dengan performa operasional yang terjaga di berbagai lini proyek.
“Capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh perwira PDC. Di tengah tantangan industri yang semakin dinamis, kita tetap mampu menjaga kinerja operasional, meningkatkan kepuasan pelanggan, serta membukukan pertumbuhan keuangan yang sehat,” ujar Fitra dalam keterangannya di Jakarta.
Aspek Operasional dan Keselamatan
Dari sisi operasional, PDC melaporkan tingkat ketersediaan aset (asset availability) mencapai 96 persen dengan produktivitas aset sebesar 78,36 persen.
Perusahaan juga mengklaim berhasil mempertahankan aspek keselamatan kerja dengan Total Recordable Injury Rate (TRIR) di angka 0,00. Kepuasan pelanggan atau Customer Satisfaction Index (CSI) tercatat berada di level 4,31.
Baca juga : Lewat BPA, Kejagung Pulihkan Aset Negara Rp 19,6 Triliun Sepanjang 2025
Angka tersebut melampaui target tahun sebelumnya yang dipatok pada level 4,04. Menurut Fitra, kedisiplinan pada standar operasional menjadi kunci keberlanjutan bisnis.
“PDC tidak hanya fokus pada hasil, tetapi juga pada proses. Disiplin operasional, kepatuhan terhadap standar, serta tata kelola yang baik menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan bisnis PDC,” katanya.
Efisiensi dan Budaya Perusahaan
Selain kinerja inti, perusahaan mencatatkan nilai tambah (value-added initiatives) sebesar Rp 41,31 miliar yang berasal dari optimalisasi pengelolaan keuangan, efisiensi biaya operasional, serta pemanfaatan aset.
Menghadapi tantangan tahun 2026, manajemen menekankan internalisasi budaya PASTI (Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan, dan Inovatif) sebagai pedoman integritas pekerja.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Raih Lima Apresiasi BPH Migas Sepanjang 2025
“Budaya PASTI harus menjadi perilaku, bukan sekadar slogan. Dengan disiplin dan efisiensi yang konsisten, kami optimistis PDC dapat terus tumbuh dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan dan stakeholder,” pungkas Fitra.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya