Dark/Light Mode

Pesan Purbaya Ke Anak Buah

Kelola APBN Dengan Baik, Jaga Stabilitas Ekonomi

Kamis, 30 Juli 2026 06:30 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan arahan dalam Forum Strategis Nasional Penataan Organisasi Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Tahun 2026 di Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/7/2026). Foto: Dok. KEMENKEU
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan arahan dalam Forum Strategis Nasional Penataan Organisasi Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Tahun 2026 di Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/7/2026). Foto: Dok. KEMENKEU

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkuat kapasitas organisasi Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) agar semakin adaptif, efisien, dan berorientasi pada hasil.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berjalan efektif, sekaligus menjaga stabilitas perekonomian nasional.

“DJPb memiliki peran strategis dalam mengelola APBN, baik di tingkat pusat maupun daerah,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat memberikan arahan pada Forum Strategis Nasional Penataan Organisasi DJPb di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/7/2026).

Menurutnya, peran tersebut tidak hanya memastikan pelaksanaan keuangan negara berjalan baik. Tapi juga mengubah alokasi anggaran menjadi layanan publik, pembangunan, dan manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca juga : Bantargebang Tutup Pintu Untuk Sampah Daur Ulang

Purbaya mengatakan, penataan organisasi perlu diarahkan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas, mempercepat proses kerja, memperjelas pembagian fungsi, serta menghasilkan layanan yang lebih optimal. Menurutnya, reformasi organisasi bukan sekadar mengubah struktur, tetapi memastikan lembaga mampu bekerja lebih cepat dan memberikan hasil nyata.

“Sebagai unit eselon I yang memiliki jaringan vertikal di seluruh Indonesia, DJPb memiliki modal kuat untuk mendukung pelaksanaan kebijakan fiskal,” ucap Purbaya.

Dia meminta seluruh jajaran DJPb menyederhanakan proses bisnis, menghilangkan tahapan yang tidak lagi relevan, serta menyesuaikan fungsi organisasi dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi Kementerian Keuangan.

Purbaya juga menegaskan, DJPb berperan sebagai growth agent, sekaligus stabilizer agent dalam menjaga stabilitas ekonomi dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu, setiap perubahan organisasi harus tetap berlandaskan regulasi, akuntabilitas, dan integritas sebagai fondasi tata kelola pemerintahan.

Baca juga : Setelah Pirlo Batal Dan Maldini Mundur, Mancini Kembali Latih Italia

“Bergerak lebih cepat bukan berarti mengabaikan aturan. Kami adalah instrumen negara, sehingga tidak boleh ada kebijakan atau langkah yang mengabaikan aturan. Semua harus dipertimbangkan dari berbagai sisi,” pesan mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu.

Purbaya juga mendorong para pimpinan di lingkungan DJPb membangun budaya kerja yang berorientasi pada hasil (result-oriented), mampu mengambil keputusan secara cepat, serta memberikan ruang bagi pegawai untuk menghadirkan inovasi yang didukung kemampuan, pengetahuan, dan integritas.

Dia optimistis, DJPb akan terus berkembang menjadi institusi pemerintahan yang modern, adaptif, dan mampu menjawab tantangan kebijakan pada masa mendatang.

“Selalu jalankan pekerjaan secara profesional dan jaga integritas,” pesannya. NOV

Baca juga : Taipei Open 2026, Garuda Muda Bersinar

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Kamis, 30 Juli 2026 dengan judul "Pesan Purbaya Ke Anak Buah Kelola APBN Dengan Baik, Jaga Stabilitas Ekonomi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.