Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Zaskia Adya Mecca, Turun Langsung Padamkan Karhutla
- Chelsea Vs Tottenham Hotspur, Derby Sarat Kepentingan
- Moto3 Australia, Veda Ogah Ngotot Di Phillip Island
- KBRI Paris Minta WNI Waspadai Demo Lanjutan di Prancis: Perhatikan Jam Malam
- Polda Metro Ciduk Dua Tersangka Pengiriman 26 Jeriken Merkuri Ke Burkina Faso
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Senin (2/2/2026), bergerak menguat 10 poin atau 0,06 persen menjadi Rp 16.776 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp 16.786 per dolar AS.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini akan fluktuatif, namun cenderung ditutup melemah. Rupiah diproyeksikan bergerak pada kisaran Rp 16.780 hingga Rp 16.810 per dolar AS.
Baca juga : Rupiah Melemah Ke Level Rp 16.785 Per Dolar AS Jelang Akhir Pekan
Menurut Ibrahim, tekanan terhadap rupiah berasal dari penguatan dolar AS yang dipicu pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait rencana pengumuman nominasi Ketua The Federal Reserve.
“Mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh disebut sebagai kandidat kuat dan dipandang pasar berpotensi mendukung kebijakan moneter yang lebih ketat,” ujarnya.
Baca juga : Rupiah Melemah Ke Level Rp 16.760 Per Dolar AS
Ia menambahkan, sentimen tersebut mendorong pelaku pasar bersikap hati-hati dan cenderung kembali memburu aset safe haven, sehingga membatasi ruang penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya