Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pada awal perdagangan Senin (26/1/2026) dibuka menguat 0,21 persen ke level Rp 16.785 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan Jumat (24/1/2026) di posisi Rp 16.820 per dolar AS.
Penguatan rupiah sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang menguat terhadap dolar AS. Won Korea Selatan menguat 1,32 persen, ringgit Malaysia naik 0,9 persen, yen Jepang menguat 0,82 persen, dolar Taiwan naik 0,4 persen, dolar Singapura menguat 0,23 persen, dolar Hong Kong naik 0,01 persen, dan yuan China menguat 0,09 persen.
Baca juga : Rupiah Menguat Ke Rp 16.853 Per Dolar AS Jelang Akhir Pekan
Sementara itu, indeks dolar AS terhadap mata uang utama dunia melemah 0,54 persen ke level 98,87. Terhadap mata uang lain, rupiah tercatat melemah 0,02 persen terhadap poundsterling Inggris ke level Rp 22.914, namun menguat 0,22 persen terhadap dolar Australia ke level Rp 11.601.
Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menyatakan, pelaku pasar saat ini menantikan keputusan Presiden AS Donald Trump terkait penunjukan Ketua Federal Reserve (The Fed) yang baru untuk menggantikan Jerome Powell. Sosok Ketua The Fed yang lebih dovish dinilai berpotensi meningkatkan spekulasi penurunan suku bunga lanjutan tahun ini.
Baca juga : Rupiah Dibuka Menguat Tipis Ke Level Rp 16.929 Per Dolar AS
“Selain itu, data ekonomi AS terbaru menunjukkan perekonomian berjalan lebih baik dari perkiraan. Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal III 2025 tercatat melampaui ekspektasi,” ujar Ibrahim dalam riset hariannya, Senin (26/1/2026).
Di sisi lain, kondisi pasar tenaga kerja AS juga menunjukkan stabilitas, sebagaimana disampaikan oleh sejumlah pejabat The Fed. Hal ini membuat ekspektasi penurunan suku bunga pada pertemuan 27–28 Januari mendatang dinilai semakin mengecil.
Baca juga : IHSG Kamis Pagi Menguat 0,46 Persen ke Level 9.052
Dari dalam negeri, Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) meminta Bank Indonesia (BI) tetap berhati-hati dalam melakukan intervensi di pasar valuta asing. IMF menegaskan nilai tukar rupiah perlu tetap berfungsi sebagai peredam guncangan utama di tengah tingginya ketidakpastian global.
Ibrahim memproyeksikan, nilai tukar rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp 16.750 hingga Rp 16.900 per dolar AS.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya