Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Rupiah Melemah Ke Rp 16.988 Per Dolar AS Di Awal Perdagangan
Selasa, 20 Januari 2026 09:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada awal perdagangan Selasa (20/1/2026). Rupiah turun 0,19 persen ke level Rp 16.988 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi Rp 16.955 per dolar AS.
Pelemahan rupiah terjadi seiring pergerakan mayoritas mata uang Asia yang juga tertekan terhadap dolar AS. Won Korea Selatan melemah 0,35 persen, dolar Taiwan turun 0,20 persen, baht Thailand melemah 0,05 persen, dolar Singapura turun 0,05 persen, dan dolar Hong Kong melemah 0,01 persen.
Sementara itu, ringgit Malaysia menguat 0,06 persen, yen Jepang naik 0,04 persen, dan yuan China menguat 0,03 persen terhadap dolar AS.
Baca juga : Rupiah Awal Pekan Melemah Ke Rp 16.904 Per Dolar AS
Di sisi lain, indeks dolar AS terhadap mata uang utama dunia tercatat stagnan di level 98,86. Rupiah juga tercatat menguat terhadap sejumlah mata uang utama, antara lain poundsterling Inggris yang naik 0,29 persen ke level Rp 22.798 dan dolar Australia yang menguat 0,28 persen ke posisi Rp 11.400.
Analis pasar keuangan Ibrahim Assuaibi menilai pergerakan rupiah pada hari ini cenderung fluktuatif dengan potensi pelemahan lanjutan. Menurutnya, tekanan utama rupiah masih berasal dari kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Indonesia. Defisit anggaran pemerintah tahun lalu tercatat mendekati batas maksimal 3 persen dari produk domestik bruto (PDB), sementara penerimaan pajak belum menunjukkan pemulihan yang signifikan.
“Kondisi tersebut menambah tekanan terhadap pergerakan nilai tukar rupiah,” ujar Ibrahim dalam riset hariannya, Selasa (20/1/2026).
Baca juga : IHSG Tembus Level 9.098 pada Awal Perdagangan
Dari sisi global, meskipun dolar AS belum menunjukkan penguatan signifikan, pasar masih dibayangi rencana kebijakan tarif impor Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebesar 10 hingga 25 persen terhadap negara-negara Eropa.
“Kebijakan ini memicu ketidakpastian global dan mendorong investor bersikap lebih hati-hati terhadap aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang,” katanya.
Ia memproyeksikan nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp 16.950 hingga Rp 16.980 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya