Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Rupiah Tertekan Di Rp 16.958 Per Dolar AS, Ini Pemicunya
Rabu, 21 Januari 2026 09:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi ini dibuka melemah 0,01 persen ke level Rp 16.958 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi Rp 16.956 per dolar AS.
Di kawasan Asia, pergerakan mata uang mayoritas menguat terhadap dolar AS. Baht Thailand menguat 0,50 persen, won Korea Selatan naik 0,44 persen, yen Jepang menguat 0,11 persen, dolar Hong Kong naik 0,20 persen, serta dolar Singapura menguat 0,20 persen.
Baca juga : Rupiah Melemah Ke Rp 16.988 Per Dolar AS Di Awal Perdagangan
Sementara itu, indeks dolar AS terhadap mata uang utama dunia tercatat melemah 0,05 persen ke level 98,32. Adapun nilai tukar rupiah terhadap poundsterling Inggris menguat 0,16 persen ke posisi Rp22.801, dan terhadap dolar Australia naik 0,15 persen ke level Rp 11.429.
Analis pasar keuangan Lukman Leong menilai pergerakan rupiah saat ini dipengaruhi oleh langkah Bank Indonesia (BI) yang membuat nilai tukar rentan terhadap sentimen global jangka pendek.
Baca juga : Rupiah Awal Pekan Melemah Ke Rp 16.904 Per Dolar AS
Selain itu, menurut Lukman, kabar pencalonan keponakan Presiden Prabowo Subianto sebagai Deputi Gubernur BI turut memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap independensi bank sentral.
“Atas sentimen tersebut, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak di kisaran Rp 16.900 hingga Rp 17.000 per dolar AS dengan kecenderungan melemah sepanjang hari ini,” ujar Lukman dalam keterangannya, Rabu (21/1/2026).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya