Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Setelah tertekan dalam beberapa hari terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menghijau ke level 8.112 pada perdagangan Selasa (3/2/2026). Seiring dengan penguatan tersebut, dana asing tercatat masuk ke pasar saham sebesar Rp 600 miliar.
Pada pembukaan perdagangan kemarin, IHSG sempat tersungkur 0,47 persen ke level 7.888. Namun, indeks berhasil rebound pada sesi perdagangan pertama dengan menguat 1,57 persen ke level 8.047,22.
Kinerja positif ini berlanjut hingga penutupan perdagangan. IHSG ditutup menguat 2,52 persen ke level 8.122, yang sekaligus menjadi level tertinggi hari itu. Volume perdagangan tercatat mencapai 60,5 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 28,73 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, penguatan IHSG tidak terlepas dari sentimen positif investor global. Alhasil, aliran modal asing Kembali mengalir deras ke pasar saham Indonesia.
Baca juga : Dipastikan Seskab, Prabowo Cuma Pakai 1 Pesawat Kepresidenan
“Kalau kemarin kita lihat, lebih dari Rp 600 miliar itu net inflow asing. Jadi dua minggu terakhir sempat net outflow, tapi kemarin sudah net inflow dan pagi ini masuk jalur hijau,” ujar Airlangga usai menghadiri Indonesia Economic Summit, Selasa (3/2/2026).
Kondisi ini dinilai menjadi titik balik pelemahan IHSG dalam beberapa hari terakhir. Airlangga pun meminta para investor tetap tenang sembari menunggu proses pemilihan jajaran direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) serta pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Terkait pembentukan panitia seleksi (pansel) pimpinan definitif OJK, Airlangga menyebut proses tersebut tengah berjalan sesuai ketentuan. “Berproses, karena berdasarkan undang-undang, Menteri Keuangan sedang membentuk pansel,” katanya.
Sementara, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, penguatan IHSG terbentuk secara alami. Selama fundamental ekonomi tetap kuat, ia optimistis kinerja pasar saham akan mengikuti.
Baca juga : Syaifullah Tamliha: Banyak Negara Maju Berlakukan Aturan Ini
“Yang penting saya tidak mengendalikan harga saham, tapi saya memastikan ekonominya bergerak lebih cepat,” ujar Purbaya di Shangri-La Hotel, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Purbaya meyakini, apabila pemerintah mampu menjaga iklim ekonomi tetap kondusif dan pertumbuhan berjalan positif, IHSG akan terus menguat. Bahkan, ia mengklaim pertumbuhan ekonomi tahun ini berpotensi mencapai 6 persen.
Sederhananya, kata dia, ketika ekonomi bergerak lebih cepat, kinerja perusahaan tercatat di bursa akan membaik, sehingga harga saham ikut naik. Dengan kondisi tersebut, investor akan masuk karena melihat fondasi ekonomi yang kuat.
“Jadi yang menentukan pada akhirnya adalah fondasi ekonomi,” tegas mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ini.
Baca juga : Ardi Manto Adiputra: Bisa Berbahaya Bagi Demokrasi Dan Hukum
Meski demikian, Purbaya menekankan pentingnya otoritas bursa membereskan praktik saham gorengan. Pasalnya, praktik tersebut dapat memengaruhi sentimen pasar dan merugikan investor ritel.
“Investor kecil kasihan kalau salah beli saham gorengan. Itu memang harus dikerjakan dari sekarang,” pesannya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya