Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dukung Penuh Prabowo, SBY Serukan Kolaborasi Wujudkan Ekonomi Baru
Minggu, 8 Februari 2026 13:38 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden ke-6 RI, Prof. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), berkomitmen mengawal keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Penegasan itu disampaikan dalam Yudhoyono Dialogue Forum bertajuk “New Economy, New Road to Prosperity”, di Museum dan Galeri SBY–ANI, Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026).
Dalam forum tersebut, SBY menyatakan bahwa mendukung kesuksesan kepemimpinan nasional merupakan tanggung jawab kebangsaan demi kepentingan seluruh rakyat.
“Saya memberikan dukungan penuh dan akan terus membantu dengan cara saya agar visi dan agenda pembangunan nasional dapat berjalan baik. Keberhasilan pemerintah adalah keberhasilan bagi rakyat dan masa depan kita semua,” ujar SBY, di hadapan tokoh pengusaha, pejabat pemerintahan, dan kalangan akademisi.
Presiden pertama yang dipilih langsung oleh rakyat itu menilai, tantangan ekonomi masa depan menuntut Indonesia segera beradaptasi dengan model Ekonomi Baru. Menurutnya, kemajuan tidak dapat dicapai secara instan atau sekadar mengikuti siklus politik lima tahunan.
Baca juga : Dukung Strategi Presiden Prabowo, AHY Beberkan 5 Pilar Ekonomi Baru
SBY menawarkan tiga prinsip utama agar gagasan besar tidak berhenti sebagai jargon.
Pertama, Right, Deep, and Comprehensive Thinking. Ia menekankan, memajukan bangsa harus dimulai dari pola pikir yang benar, mendalam, dan menyeluruh, bukan kebijakan reaktif, melainkan strategi yang matang.
Kedua, implementasi nyata. SBY mengingatkan bahwa pikiran-pikiran bagus (beautiful minds) tidak akan berdampak tanpa eksekusi efektif di lapangan agar sasaran pembangunan benar-benar tercapai.
Ketiga, kontinuitas dan konsistensi. Berbekal pengalamannya memimpin Indonesia selama dua periode (2004–2014), SBY menegaskan negara membutuhkan prediktabilitas. Kebijakan yang baik, kata dia, harus dijaga kesinambungannya dalam jangka panjang, mulai dari lima, 10, hingga 15 tahun ke depan.
Baca juga : Sambut PM Albanese, Prabowo Perkuat Pilar Pendidikan dan Ekonomi RI-Australia
Dalam konteks kesejahteraan, SBY menekankan pentingnya sustainable growth with equity atau pertumbuhan berkeadilan. Artinya, ekonomi harus tumbuh tinggi, namun tetap menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, serta menjaga kelestarian lingkungan.
Menurutnya, konsep Ekonomi Baru harus bertumpu pada penguatan modal manusia dan teknologi inovatif agar Indonesia mampu bersaing di abad ke-21.
Yudhoyono Dialogue Forum diselenggarakan lembaga pemikiran The Yudhoyono Institute (TYI) sebagai ruang bertukar gagasan dan pengalaman bagi berbagai tokoh nasional. Hadir dalam forum tersebut antara lain pengusaha Chairul Tanjung dan Otto Toto Sugiri, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. M. Nuh, serta pakar teknologi Ilham Akbar Habibie.
Dari kalangan akademisi, turut hadir Rektor Perbanas Institute Prof. Hermanto Siregar dan Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri.
Baca juga : PKB Dukung Diplomasi Prabowo, Termasuk Peran Indonesia di BoP
Dialog tersebut menegaskan pesan SBY bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan akademisi menjadi kunci utama untuk menjemput kemakmuran baru bagi Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya