Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kisah Relawan SPPG di NTT: Dulu Susah Beli Beras, Sekarang Sudah Punya Motor
Minggu, 15 Februari 2026 14:59 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya dirasakan manfaatnya oleh penerima manfaat siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tetapi juga oleh warga yang terlibat sebagai pekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Salah satunya Kristina Lende, warga Desa Watu Kawula, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kristina, yang bekerja sebagai pencuci ompreng MBG, mengaku kehidupannya berubah sejak bekerja di SPPG Watukaula.
“Selama saya kerja di MBG, saya sudah bisa beli motor pada 8 Februari kemarin. Itu dari hasil kerja saya dari MBG. Sebelum saya kerja di MBG, mau beli beras 1 kilo pun susah sekali,” ceritanya, di dapur tempatnya bekerja, Jumat (14/2/2026).
Baca juga : Nyoman Parta: OTT KPK Perlu demi Efek Jera dan Bangun Budaya Jujur
Sebelum bekerja di MBG, ia hanya mengandalkan penghasilan suami yang bekerja di perusahaan kecil dengan upah sekitar Rp 50 ribu per hari. Ia tidak memiliki penghasilan lain.
“Semenjak kerja di MBG, saya sudah bisa beli beras 20 kilo, bahkan 50 kilo pun sudah bisa saya beli. Buat lauk anak-anak saya di rumah, dan buku penanya anak-anak saya di rumah,” sambung Kristina.
Motor yang ia beli digunakan untuk membantu kebutuhan keluarga, termasuk anaknya yang sebelumnya berjalan kaki ke sekolah. Kristina memiliki tiga anak. Anak sulungnya duduk di kelas VII SMP, dan sudah menerima MBG. Sementara dua anak lainnya yang masih di bangku SD dan akan segera mendapatkan manfaat program tersebut.
Baca juga : Mangkir, Seorang Saksi Diminta Datang Ke KPK
Ia menegaskan, kehadiran MBG sangat membantu perekonomian rumah tangganya. “Adanya MBG, sangat membantu dalam rumah tangganya kami,” ujarnya.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang melakukan program ini ke depannya. Mudah-mudahan akan lebih maju dan lebih baik lagi,” imbuh Kristina.
Kristina bekerja di bagian pencucian ompreng dari pukul 10 pagi hingga pukul 8 atau 9 malam, tergantung pekerjaan selesai. Meski lelah, ia tetap bersyukur memiliki pekerjaan.
Baca juga : Hari Pahlawan, Telkomsel Dan Kitabisa Gelar Operasi Katarak Di Surabaya
“Ya capek juga, tapi namanya kita cari uang. Namanya kita cari uang ya harus berjuang. Daripada duduk-duduk di rumah, ngelamun bikin sakit badan,” tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya