Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Disaksikan Presiden Prabowo
PSN Wiraraja-Perusahaan AS Teken Kerja Sama Bangun Pabrik Chip Di Batam
Kamis, 19 Februari 2026 12:19 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menyaksikan secara langsung penandatanganan sejumlah perjanjian bisnis strategis antara Proyek Strategis Nasional (PSN) Wiraraja Green Renewable Energy & Smart Eco-Industrial Park (GESEIP) di Galang, Batam, dengan sejumlah perusahaan asal Amerika Serikat.
Penandatanganan yang berlangsung di kantor U.S. Chamber of Commerce, Washington D.C., itu menandai babak baru kolaborasi industri berteknologi tinggi dan energi berkelanjutan antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Perjanjian dilakukan antara PT Galang Bumi Industri sebagai pengelola PSN Wiraraja GESEIP dengan mitra strategis asal AS, yakni Essence Global Group dan Tynergy Technology Corporation. Kesepakatan berupa Joint Development Agreement tersebut resmi ditandatangani pada 18 Februari 2026, termasuk perjanjian lanjutan dengan Tynergy Technology Corp.
Direktur Utama PT Galang Bumi Industri Ahmad Maruf Maulana mengatakan kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam mendorong hilirisasi industri berbasis energi hijau dan teknologi semikonduktor di Indonesia.
Baca juga : Wapres Gibran Lepas Presiden Prabowo Bertolak Ke Washington DC
“Ekosistem yang dibangun dalam PSN Wiraraja GESEIP mencakup hilirisasi kuarsa silika menjadi produk bernilai tambah tinggi, mulai dari pemurnian bahan baku kaca hingga produksi polysilicon untuk kebutuhan semikonduktor dan solar cell,” ujarnya.
Melalui Tynergy Group of Companies, termasuk PT Tynergy Technology Group Indonesia, akan dikembangkan ekosistem hilirisasi yang mencakup pemurnian kuarsa silika untuk industri kaca melalui PT Quantum Luminous Indonesia, serta pemurnian polysilicon melalui PT Essence Global Indonesia. Pada tahap awal, nilai investasi yang digelontorkan mencapai 4,9 miliar dolar AS.
Apabila tahap awal berjalan sukses, tambahan investasi sebesar 26,7 miliar dolar AS akan direalisasikan untuk memproduksi ingot wafer, wafer slicing hingga fabrikasi, guna melengkapi siklus produksi semikonduktor secara terintegrasi di Indonesia.
Dalam perjanjian tersebut disebutkan kerja sama meliputi investasi dan pengembangan infrastruktur manufaktur di Galang, perluasan proyek energi terbarukan, pengembangan tenaga kerja, serta riset dan pengembangan teknologi mutakhir. Investasi awal Tynergy Technology Corporation ditargetkan mencapai hingga 250 juta dolar AS untuk pembangunan fasilitas manufaktur di Galang dengan proyeksi penciptaan sekitar 2.500 lapangan kerja terampil.
Baca juga : REI Apresiasi Presiden Prabowo Gunakan Instrumen Perumahan Atasi Kemiskinan
Untuk menjamin pasokan energi, Tynergy Group juga akan membentuk PT Energy Tech Indonesia guna membangun fasilitas penyimpanan energi berbasis sodium ion dengan kapasitas hingga 150 megawatt energi berkelanjutan untuk mendukung operasional kawasan industri.
Selain itu, guna memperlancar transfer teknologi semikonduktor dan sel surya, Tynergy Technology Corporation USA menjalin kerja sama pengembangan antara dua zona ekonomi bebas, yakni PSN Wiraraja GESEIP di Galang, Batam, dan Solanna Akimel 7 Technopark di kawasan metropolitan Phoenix, Arizona. Komitmen tersebut ditegaskan melalui Pakta Persahabatan Zona Ekonomi Khusus Transnasional antara kedua kawasan.
Kolaborasi ini diyakini memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global industri semikonduktor dan energi terbarukan, sekaligus mendukung agenda pengembangan pusat data berbasis kecerdasan artifisial (AI) serta percepatan transisi energi berkelanjutan di kedua negara.
Presiden menyambut baik penandatanganan perjanjian tersebut sebagai wujud konkret diplomasi ekonomi dan penguatan kemitraan strategis Indonesia–Amerika Serikat. Investasi di sektor hilirisasi dan energi hijau itu diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing industri Indonesia di tingkat global.
Baca juga : Hashim: Presiden Prabowo Ingin Kapal Pertamina Dibangun di Dalam Negeri
Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Indroyono Soesilo. Dari pihak Amerika Serikat hadir perwakilan US-ASEAN Business Council dan USINDO, serta sejumlah perusahaan seperti Freeport-McMoRan, ExxonMobil, BP, Cargill, S&P Global, Progress Rail, dan PepsiCo.
Dari pihak Indonesia turut hadir Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie, Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani, serta sejumlah pengusaha nasional lainnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya