Dark/Light Mode

KAI Siapkan Kereta Experience-Luxury-Heritage, Uji Coba Juni 2026

Kamis, 19 Februari 2026 15:02 WIB
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin meninjau langsung progres pembangunan sarana Rabu (18/2/2026) bersama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad. Foto: KAI
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin meninjau langsung progres pembangunan sarana Rabu (18/2/2026) bersama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad. Foto: KAI

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Kereta Api Indonesia (KAI) tengah menyiapkan layanan perjalanan tematik berbasis pengalaman wisata melalui rangkaian kereta berkonsep experience, luxury, dan heritage.

Proyek tersebut kini memasuki tahap pengerjaan di Balai Yasa Surabaya Gubeng ditargetkan menjalani uji coba pada Juni 2026 sebelum beroperasi secara komersial.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin meninjau langsung progres pembangunan sarana Rabu (18/2/2026) bersama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad.

Hingga pertengahan Februari, tahap pertama pengerjaan telah mencapai sekitar 38 persen. KAI menyebut pengembangan layanan baru ini didorong pertumbuhan mobilitas wisata, khususnya di Pulau Jawa.

Baca juga : Jakarta Pertamina Enduro Sapu Bersih Dua Laga Proliga 2026

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan perjalanan wisata domestik di Jawa pada 2024 mencapai 706,4 juta perjalanan dan meningkat menjadi 777,7 juta perjalanan pada 2025 atau tumbuh sekitar 10,1 persen dalam setahun.

Tren positif juga terlihat dari wisatawan mancanegara. Kunjungan wisman melalui bandara di Pulau Jawa naik dari 2,96 juta orang pada 2024 menjadi 3,19 juta orang pada 2025, atau bertambah sekitar 8 persen.

Kenaikan serupa terjadi pada pengguna kereta api jarak jauh. Pada 2022 tercatat 300.708 wisatawan mancanegara menggunakan kereta api, meningkat menjadi 580.995 orang pada 2023, lalu 669.226 orang pada 2024, dan kembali naik menjadi 694.123 orang pada 2025. Secara kumulatif, pertumbuhan dalam periode tiga tahun mencapai sekitar 131 persen.

Bobby menilai peningkatan tersebut menjadi peluang bagi KAI mengembangkan layanan wisata berbasis rel yang tidak sekadar transportasi, tetapi juga pengalaman perjalanan.

Baca juga : KPK: Penetapan Tersangka Eks Menag Yaqut Sejak Kamis 8 Januari 2026

“Kereta api melintasi berbagai wilayah dengan panorama yang kuat secara visual dan historis. Melalui konsep experience, luxury, dan heritage ini, kami menghadirkan perjalanan yang memadukan kenyamanan premium dengan nilai sejarah dalam satu rangkaian layanan,” ujar Bobby lewat keterangannya, Kamis (19/2/2026).

Rangkaian yang disiapkan terdiri dari 12 kereta. Di dalamnya terdapat kereta tidur dengan ruang privat, kereta makan berkonsep fine dining, kereta lounge berfasilitas hiburan, serta kereta pendukung operasional.

KAI merancang sarana tersebut melalui revitalisasi kereta era 1980–1990-an yang diperbarui dengan standar kenyamanan modern. Pendekatan ini sekaligus menjadi upaya optimalisasi aset lama tanpa menghilangkan karakter historisnya.

“Kami merancang ulang kereta heritage dengan sentuhan modern agar tetap mempertahankan nilai sejarahnya dan menghadirkan standar layanan yang meningkat,” kata Bobby.

Baca juga : KAI Hadirkan Livery Tematik dan Ornamen Stasiun, Meriahkan Libur Nataru 2026

Ke depan, layanan akan difokuskan pada perjalanan tematik dengan rute panorama pilihan dan terhubung dengan destinasi wisata unggulan di Jawa.

Melalui konsep tersebut, KAI berharap kereta api dapat semakin berperan dalam ekosistem pariwisata nasional, bukan hanya sebagai moda transportasi, tetapi juga bagian dari pengalaman berwisata itu sendiri.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.