Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
PIKKO Soroti Rencana Impor Kendaraan Niaga, Rugikan IKM Otomotif
Jumat, 20 Februari 2026 10:13 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Asosiasi PIKKO Indonesia (Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif) menyatakan dukungan penuh terhadap program pengadaan kendaraan operasional untuk distribusi pangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Namun, PIKKO meminta agar pemenuhan kebutuhan kendaraan tersebut tidak dilakukan melalui impor secara penuh.
Ketua Umum PIKKO Rosalina Faried mengatakan pihaknya mendukung program pemerintah dalam penyediaan sarana transportasi untuk distribusi pangan. Namun, rencana impor kendaraan operasional KDKMP dari India dinilai berpotensi mengganggu ekosistem industri otomotif nasional.
“Kami memahami kebutuhan kendaraan operasional ini bersifat mendesak. Namun, pengadaannya sebaiknya tidak melalui impor dari India, mengingat kemampuan industri otomotif dan komponen dalam negeri sudah sangat mumpuni,” ujar Rosalina dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (20/2/2026).
Baca juga : Pasar Domestik Tertekan, Ekspor Jadi Penyelamat Industri Otomotif
PIKKO merupakan asosiasi manufaktur IKM komponen otomotif binaan Kementerian Perindustrian melalui Ditjen IKMA. Berdiri sejak 13 tahun lalu, asosiasi ini beranggotakan 120 IKM yang memproduksi komponen berbahan dasar logam, plastik, karet, nonwoven insulation, karpet, serta mould and dies. Produk mereka telah menjadi bagian dari ekosistem OEM dan Tier 1 untuk kendaraan roda dua (R2) dan roda empat (R4).
Menurut Rosalina, dengan tingkat utilisasi produksi industri komponen otomotif yang saat ini masih di kisaran 60–70 persen, impor kendaraan utuh berpotensi berdampak pada sekitar 6.000 tenaga kerja di sepanjang rantai pasok industri.
“Langkah impor akan menimbulkan disrupsi pada keberlangsungan ekosistem industri otomotif nasional, terutama di tengah kondisi industri yang masih lesu,” katanya.
Baca juga : HKI: Geopolitik Memanas, 10 Perusahaan Rusia Relokasi Ke RI
Menurut asosiasi, jika produsen lokal diberi kesempatan, maka sejumlah manfaat dapat diperoleh, antara lain peningkatan kemandirian industri nasional, perluasan lapangan kerja, peningkatan penerimaan pajak negara, serta pengurangan ketergantungan terhadap impor.
Rosalina menambahkan, anggota PIKKO bersama sejumlah IKM di Tegal telah berpengalaman menjadi pemasok bagi pabrikan kendaraan dalam negeri, termasuk untuk kendaraan desa atau AMMDes.
Dengan pengalaman tersebut, PIKKO optimistis industri komponen otomotif nasional mampu berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan kendaraan operasional KDKMP, sepanjang diberikan ruang dan dukungan kebijakan yang memadai dari pemerintah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya