Dark/Light Mode

Amal Jayabaya, Sosok Ketua Kadin Banten Termuda, Berwirausaha Sejak Kelas VI SD

Selasa, 3 Maret 2026 19:13 WIB
Ketua Kadin Banten Amal Jayabaya (Foto: Dok. Kadin Banten)
Ketua Kadin Banten Amal Jayabaya (Foto: Dok. Kadin Banten)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di usia awal 30-an, Mohamad Azzari Jayabaya atau yang akrab disapa Amal Jayabaya mencatatkan namanya sebagai salah satu Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) termuda di Indonesia. Ia resmi memimpin Kadin Provinsi Banten periode 2022–2027, meneruskan estafet kepemimpinan dari ayahnya, H. Mulyadi Jayabaya.

Namun bagi Amal, jabatan bukan sekadar warisan. Ia menegaskan kepemimpinan adalah soal visi, kerja nyata, dan keberanian membawa perubahan.

Jiwa wirausaha Amal tumbuh sejak usia dini. Saat duduk di kelas VI sekolah dasar, ia sudah turun ke kampung-kampung mencari kerbau dan kambing untuk dibeli, diternakkan, lalu dijual kembali.

Dari satu ekor kerbau, ia bisa memperoleh keuntungan sekitar Rp 20 ribu. Nominal itu saat itu cukup untuk kebutuhan jajannya selama sebulan. Bagi Amal kecil, keuntungan tersebut menjadi simbol kemandirian dan hasil kerja kerasnya sendiri.

Pengalaman itu membentuk karakter bisnisnya: berani mengambil peluang, dekat dengan masyarakat akar rumput, dan terbiasa bekerja keras sejak dini.

Terpilih Aklamasi

Baca juga : TransJakarta Blok-M Soetta Masuk Area Terminal, Beroperasi Sebelum Lebaran 2026

Nama Amal menguat dalam Musyawarah Provinsi (Muprov) VI Kadin Banten 2022. Ia maju sebagai calon tunggal dan terpilih secara aklamasi. Hal itu menjadi sinyal kuat bahwa dunia usaha Banten menaruh harapan besar kepadanya.

Pelantikannya digelar di Atria Hotel, Tangerang, dan disaksikan langsung Ketua Umum Kadin Indonesia saat itu, Arsjad Rasjid, serta sejumlah tokoh daerah.

Dengan usia sekitar 30–31 tahun saat dilantik, Amal disebut sebagai Ketua Kadin termuda se-Indonesia kala itu. Status tersebut menjadi simbol regenerasi kepemimpinan di tubuh organisasi pengusaha terbesar di Tanah Air.

Di bawah kepemimpinannya, Kadin Banten mengusung semangat “Inklusif dan Kolaboratif,” sejalan dengan arah Kadin Indonesia. Amal menegaskan Kadin harus menjadi mitra strategis pemerintah daerah, penghubung antara pelaku usaha dan investor, motor penggerak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penjaga iklim investasi yang sehat.

Ia juga mendorong profesionalisme organisasi dengan memastikan kepengurusan berjalan aktif dan produktif serta membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai sektor.

Baca juga : Pemulihan Pascabencana, Relawan BRI Peduli Bersih-bersih Sekolah di Aceh Tamiang

Bagi Amal, Kadin bukan sekadar organisasi formal, melainkan wadah perjuangan ekonomi daerah.

Perspektif Muda dan Dinamis

Sebagai figur muda, Amal membawa pendekatan yang dinamis dan terbuka terhadap perubahan. Ia memadukan pengalaman bisnis keluarga dengan pemahaman terhadap tantangan ekonomi modern.

Di tengah masa pemulihan pascapandemi, ia hadir dengan optimisme untuk membangun kembali ekosistem usaha di Banten. Ia ingin Kadin menjadi ruang tumbuh bagi pengusaha lokal, dari skala UMKM hingga korporasi besar.

“Bantulah kami membuat karya nyata untuk bangsa,” menjadi salah satu pesan yang ia sampaikan saat pengukuhan, menggambarkan tekadnya membangun kontribusi nyata bagi daerah dan nasional.

Lahir dari keluarga yang dikenal aktif di dunia usaha dan pemerintahan Banten, Amal berupaya membangun identitas kepemimpinannya sendiri. Ia tak sekadar melanjutkan tongkat estafet, tetapi ingin meningkatkan kualitas organisasi.

Baca juga : Figura Beri Apresiasi ke Abcandra, Wakil Ketua MPR Termuda Sepanjang Sejarah

Baginya, keberlanjutan bukan hanya soal meneruskan kepemimpinan, melainkan membawa organisasi ke level yang lebih tinggi.

Mohamad Azzari “Amal” Jayabaya menjadi representasi generasi baru pemimpin ekonomi daerah: muda, visioner, dan berorientasi kolaborasi. Dari seorang anak sekolah dasar yang menjual ternak demi uang jajan, kini ia memimpin ribuan pengusaha di Banten.

Di bawah kepemimpinannya, Kadin Banten ditargetkan tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh dan berdaya saing sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.