Dark/Light Mode

Rakernas Gekrafs 2026 Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif

Sabtu, 7 Maret 2026 06:46 WIB
Rakernas Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) 2026. (Foto: Dok. Gekrafs)
Rakernas Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) 2026. (Foto: Dok. Gekrafs)

RM.id  Rakyat Merdeka - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) 2026 menjadi momentum memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Indonesia. Kegiatan yang digelar di Nusantara Ballroom, Novotel Jakarta Pulomas, Jumat (6/3/2026) hingga Sabtu (7/3/2026), ini dihadiri tokoh pemerintah, pelaku industri kreatif, serta pengurus Gekrafs dari seluruh Indonesia dan perwakilan luar negeri.

Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad menekankan pentingnya pola pikir bisnis (business mindset) bagi pelaku ekonomi kreatif agar mampu bertahan di tengah persaingan industri yang semakin dinamis.

Menurut Raffi, kreativitas memang menjadi fondasi utama dalam ekonomi kreatif, namun harus diiringi kemampuan mengelola ide menjadi peluang bisnis yang nyata dan berkelanjutan.

“Kalau mau jadi content creator, mereka harus berpikir untuk mencari ide-ide kreatif yang bagus. Tapi setelah menjadi content creator, kalian juga harus mencari rumus agar kreativitas tersebut bisa dijadikan bisnis kreatif,” ujar Raffi.

Ia menegaskan, ide kreatif saja tidak cukup jika tidak mampu bersaing di pasar. Sebagai contoh, bisnis kuliner tidak hanya membutuhkan produk yang enak, tetapi juga strategi pemasaran yang kuat.

“Sekreatif apa pun kita, kalau tidak bisa bersaing di dunia bisnisnya, kita akan kalah bersaing,” tambahnya.

Raffi juga menyoroti pentingnya Intellectual Property (IP) atau kekayaan intelektual sebagai aset utama industri kreatif. Menurutnya, perlindungan hak cipta memungkinkan karya kreatif memiliki nilai ekonomi yang lebih besar dan dapat dimonetisasi secara berkelanjutan.

Baca juga : Tenang, Biarpun Ada Perang Fundamental Ekonomi Kuat

Ia mencontohkan karya musisi Indonesia seperti Yovie Widianto yang memiliki jutaan pendengar di platform digital sebagai bukti bahwa kreativitas dapat menjadi kekuatan ekonomi nyata. “Semua puzzle di dunia kreatif harus kita kerucutkan, kita selamatkan hak ciptanya dan kita selamatkan bisnisnya agar ekonominya bisa berjalan,” ujarnya.

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menegaskan perlindungan hukum terhadap hak kekayaan intelektual merupakan fondasi penting bagi perkembangan industri kreatif nasional.

Menurutnya, sektor ekonomi kreatif yang mencakup 17 subsektor usaha sangat bergantung pada perlindungan hukum terhadap karya dan inovasi para kreator.

“Perlindungan hukum kekayaan intelektual sangat terkait dengan ekonomi kreatif, termasuk dalam Gekrafs yang mencakup berbagai subsektor seperti kuliner, musik, seni, hingga digitalisasi,” kata Supratman.

Ia mengungkapkan, Pemerintah juga menyiapkan skema pembiayaan baru berbasis kekayaan intelektual atau IP Finance dengan nilai sekitar Rp 10 triliun.

Melalui skema tersebut, sertifikat hak kekayaan intelektual seperti merek dagang, paten, dan hak cipta dapat dijadikan jaminan untuk memperoleh pembiayaan dari lembaga keuangan.

“Artinya, sertifikat kekayaan intelektual itu bisa menjadi modal usaha dan dapat dijadikan jaminan ke lembaga keuangan termasuk perbankan,” jelasnya.

Baca juga : THR ASN dan BHR Ojol Naik, Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Melesat

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Kepala Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Aminuddin Ma’ruf menyoroti pentingnya memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha agar tidak hanya dinikmati oleh perusahaan besar.

Menurutnya, perbankan memang harus menjalankan prinsip kehati-hatian atau prudent sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun pemerintah terus mencari solusi agar pelaku usaha kecil dan kreatif dapat memperoleh akses permodalan.

Ia berharap, Rakernas Gekrafs dapat menghasilkan rekomendasi strategis terkait pengelolaan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar skema pembiayaan lebih fleksibel dan menjangkau lebih banyak pelaku usaha.

Sementara itu, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menilai, keberhasilan dalam ekonomi kreatif tidak selalu ditentukan oleh besarnya modal atau luasnya koneksi. Menurutnya, kemauan, kreativitas, dan keberanian untuk menampilkan karya kepada publik justru menjadi faktor utama kesuksesan.

Ia mencontohkan industri pengembang gim Indonesia yang sebagian besar justru memperoleh pendapatan dari pasar luar negeri dengan nilai hingga jutaan dolar per gim. “Dengan satu mobile phone saja kita sudah bisa berkarya, apalagi di era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sekarang. Pertanyaannya hanya satu: seberapa besar kemauan kita,” ujar Irene.

Sebagai bentuk dukungan terhadap ekosistem kreatif, Kementerian Ekonomi Kreatif juga meluncurkan program Ekraf Hunt, sebuah platform basis data talenta kreatif Indonesia yang bertujuan mempertemukan kreator dengan berbagai peluang industri.

Di sisi lain, Ketua Umum Gekrafs Kawendra Lukistian mengatakan Rakernas 2026 merupakan agenda strategis organisasi untuk memperkuat kolaborasi antar pengurus sekaligus memperluas jaringan ekonomi kreatif hingga tingkat global.

Baca juga : IVENDO: Perda KTR DKI 2025 Akomodasi Isu Kesehatan Dan Ekonomi Kreatif

Menurutnya, kegiatan ini dihadiri perwakilan pengurus dari 38 provinsi serta perwakilan dari 12 negara, baik secara langsung maupun daring.

“Kita ingin program-program Gekrafs semakin berdampak bagi masyarakat dan menjadi jembatan bagi pejuang ekonomi kreatif Indonesia agar karya dan jasanya bisa dimanfaatkan oleh pasar global,” kata Kawendra.

Ia menambahkan, Gekrafs telah membangun berbagai kerja sama dengan pemerintah, sektor swasta, serta mitra internasional untuk memperluas peluang bagi pelaku ekonomi kreatif.

Ketua Panitia Rakernas Tommy Tampubolon mengatakan, forum ini juga menjadi momentum memperkuat koordinasi antar pengurus sekaligus merumuskan program strategis organisasi. “Rakernas ini menjadi forum penting untuk menyelaraskan program dan memperkuat kolaborasi agar gerakan ekonomi kreatif dapat memberikan dampak yang lebih luas,” ujarnya.

Rakernas Gekrafs 2026 diharapkan mampu memperkuat posisi ekonomi kreatif sebagai salah satu sektor strategis yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus membuka peluang bagi generasi muda Indonesia untuk berkarya di pasar global.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.