Dark/Light Mode

Menkop: Festival Kopdes Merah Putih 2026 Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 15 Februari 2026 06:30 WIB
Menkop Ferry Juliantono (keenam kiri) di peresmian Festival Kopdes Merah Putih 2026 di Pendopo Purworejo, Sabtu (14/2/2026). (Foto: Dok. Kemenkop)
Menkop Ferry Juliantono (keenam kiri) di peresmian Festival Kopdes Merah Putih 2026 di Pendopo Purworejo, Sabtu (14/2/2026). (Foto: Dok. Kemenkop)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Koperasi (Kemenkop) mengapresiasi gelaran Operationalising Cooperative Ecosystem “Connecting Offtakers and Markets” yang dirangkai dengan peresmian Festival Kopdes Merah Putih 2026 di Pendopo Purworejo, Sabtu (14/2/2026).

Inisiatif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo ini menjadi penegas bahwa pentingnya koperasi dan pengusaha lokal sebagai penggerak ekonomi kerakyatan di daerah.

Menteri Kopersi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan, bahwa festival yang melibatkan berbagai pelaku usaha lokal ini adalah contoh konkret penguatan ekosistem koperasi yang perlu dijadikan agenda rutin.

Pelaku usaha yang diwadahi dalam sebuah koperasi akan menjadikan mereka lebih kuat dan berdaya saing.

“Siang hari ini kita hadir dalam acara yang luar biasa di tempat yang luar biasa. Connecting offtakers and markets ini bukan acara main-main karena langsung menghubungkan produsen dan pembeli,” ujar Ferry.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Bupati Purworejo Yuli Hastuti, Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari, dan Staf Khusus Menteri Koperasi Wahyono.

Menkop berharap agar kegiatan serupa menjadi agenda tetap di Purworejo dan dapat direplikasi di berbagai daerah lainnya agar perputaran ekonomi yang lebih masif di masyarakat.

Baca juga : 9 Kampung Nelayan Merah Putih Di Jawa Rampung, Siap Perkuat Ekonomi Pesisir

Menurutnya, saat ini banyak pelaku usaha lokal yang masih berjalan sendiri sebagai usaha perorangan, sehingga rentan kalah saing. Untuk itu ia mendorong agar mereka tergabung di dalam sebuah wadah koperasi agar lebih mudah mendapatkan akses permodalan dan akses pasar.

"Sekarang pelaku UMKM kita dorong membentuk badan usaha yang cocok seperti koperasi. Kalau sudah punya koperasi, tinggal kita bantu permodalan. Kami ada LPDB yang siap mendampingi, mengkurasi, menginkubasi, dan membiayai koperasi," ujar Ferry.

Sebagai strategi untuk mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa, pemerintah tengah menggelorakan program 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih.

Melalui program ini diharapkan cita - cita para pendiri bangsa untuk mengembalikan sistem perekonomian berasas gotong royong dan kekeluargaan dapat kembali bangkit.

Ferry memaparkan perjalanan koperasi yang sempat terpinggirkan setelah perubahan kebijakan ekonomi pada akhir 1990-an.

Menurutnya, sistem pasar bebas kala itu menimbulkan stratifikasi sosial yang membuat pelaku ekonomi kecil, termasuk koperasi, tersisih.

“Itulah sebabnya Presiden Prabowo memberi amanah bahwa koperasi harus mengejar ketertinggalan dari BUMN dan swasta. Koperasi harus bergerak cepat,” katanya.

Baca juga : Jadi Penggerak Ekonomi, Kopdes Merah Putih Ditargetkan Serap 1,6 Juta Tenaga Kerja

Dengan sinergi lintas Kementerian dan Lembaga secara simultan, saat ini program Kopdes/Kel Merah Putih siap beroperasi untuk tahap awal sekitar 30 ribu unit pada April 2026 mendatang. Kemudian secara bertahap akan dilanjutkan proses pembangunan aset fisiknya sehingga diharapkan pada akhir tahun 2026 seluruh Kopdes Merah Putih dapat beroperasi.

"Nanti pada Mei sampai September akan ada gelombang kedua. Insya Allah Desember semuanya selesai,” kata Ferry.

Ia juga menekankan perlunya dukungan pemerintah daerah, kepolisian, dan TNI dalam memastikan Kopdes berjalan efektif.

Ia meminta agar gerai koperasi juga dapat memberikan ruang bagi produk lokal masyarakat untuk dapat dipasarkan.

"Kita prioritaskan produk lokal. Silakan bikin produk sendiri. Ini kesempatan untuk menjawab masalah masyarakat, termasuk lapangan kerja,” ujarnya.

Lebih lanjut Ferry mengatakan, bahwa Kopdes Merah Putih harus dipahami sebagai unit usaha yang harus menghasilkan keuntungan.

Oleh sebab itu pengelolaannya harus dijalankan secara profesional dan penuh tanggung jawab agar masyarakat sebagai anggota dapat benar-benar dapat merasakan manfaat dari Kopdes tersebut.

Baca juga : Prabowo: Kita Harus Berani, Ekonomi RI Tak Boleh Lagi Didikte

“Masyarakat desa juga harus jadi pelaku ekonomi, bukan hanya objek. Ini tugas kita bersama agar koperasi kembali menjadi soko guru perekonomian bangsa,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Purworejo Yuli Hastuti menjelaskan bahwa Purworejo Expo merupakan ajang penting untuk menampilkan dan mempromosikan produk unggulan daerah, terutama karya masyarakat dan koperasi yang menjadi kebanggaan masyarakat Purworejo.

Yuli berharap Kopdes Merah Putih yang saat ini sedang diakselerasi pembangunan fisiknya di Purworejo mampu memperkuat tata niaga, meningkatkan nilai tambah, serta membuka akses pasar lebih luas bagi pelaku usaha di desa dan kelurahan.

“Kopdes diharapkan dapat memperkuat tata niaga dan membuka akses pasar. Dengan kebersamaan, pertumbuhan ekonomi inklusif dan kesejahteraan masyarakat bisa ditingkatkan,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Purworejo, lanjut Yuli, mendukung penuh program Kopdes/ Kel Merah Putih sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

"Semoga kegiatan ini dapat memperkuat gerak koperasi dan menjadi ruang kolaborasi dan penguat jejaring antara pelaku usaha dan pemangku kepentingan,” ujar Yuli.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.