Dark/Light Mode

Babah Alun Soal Isu MBG Haram: Jangan Suudzon, Negara Membangun

Senin, 16 Februari 2026 10:16 WIB
Jusuf Hamka. (Foto: BGN)
Jusuf Hamka. (Foto: BGN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tokoh masyarakat sekaligus pengusaha Jusuf Hamka atau yang akrab disapa Babah Alun mengajak masyarakat tidak berprasangka buruk terhadap polemik yang menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai haram.

Menurut dia, masyarakat perlu memberi ruang kepada pemerintah untuk menjalankan program yang ditujukan bagi kepentingan generasi muda, sembari tetap membuka ruang evaluasi dan perbaikan.

“Negeri ini sedang membangun. Membangun itu butuh proses, bukan sesuatu yang langsung sempurna. Kita sedang mencari bentuk, tentu ada ketidaksempurnaan. Kesempurnaan hanya milik Allah, sedangkan ketidaksempurnaan milik kita semua,” ujar Babah Alun di Bogor, Minggu (15/2/2026).

Baca juga : Babah Alun Bantah MBG Bunuh UMKM, Justru Buka Lapangan Kerja

Ia menuturkan, apabila ulama dan umaro telah menyepakati bahwa program tersebut membawa manfaat bagi masa depan anak-anak, maka masyarakat tidak perlu langsung berprasangka.

Babah Alun menilai pembangunan kebijakan publik memang tidak selalu berjalan dalam kondisi ideal. Proses uji coba, evaluasi, dan penyempurnaan merupakan bagian dari dinamika membangun negara.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah suudzon terhadap program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Menurutnya, MBG bersama sejumlah inisiatif lain seperti Koperasi Merah Putih dan sekolah rakyat merupakan bagian dari upaya membantu keluarga kurang mampu.

Baca juga : Misbakhun: Reformasi Bea Cukai Jangan Sekadar Rotasi Jabatan

Babah Alun menyebut bantuan makanan dalam jumlah besar setiap hari sebagai bentuk kepedulian negara yang patut diapresiasi.

“Ini jutaan piring setiap hari negeri memberi. Kalau kita langsung bilang haram, apakah yang bilang itu bisa memberi makan yang halal juga? Belum tentu,” katanya.

Ia menekankan pentingnya pemenuhan gizi anak-anak Indonesia agar dapat tumbuh sehat dan cerdas. Menurutnya, manfaat jangka panjang program tersebut perlu menjadi pertimbangan utama, terutama bagi keluarga yang belum mampu memenuhi kebutuhan gizi secara optimal.

Baca juga : BGN Bantah Program MBG Dan Pengangkatan Karyawan SPPG Sedot Anggaran Pendidikan

Babah Alun berharap polemik terkait kehalalan program tidak memicu perpecahan di tengah masyarakat. Dialog yang konstruktif antara pemerintah, ulama, dan masyarakat dinilai dapat memperkuat kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat.

“Kalau ada kekurangan, mari kita perbaiki bersama. Jangan langsung menolak, tapi beri kesempatan pemerintah bekerja untuk anak-anak kita,” ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.