Dark/Light Mode

PGN Tambah 230 Km Pipa Gas pada 2025, Perluas Akses Energi Bersih

Kamis, 12 Maret 2026 21:17 WIB
PGN menambah lebih dari 230 kilometer jaringan pipa gas bumi sepanjang 2025. Ekspansi ini memperkuat distribusi energi bersih, serta memperluas layanan gas bagi masyarakat. (Foto: PGN)
PGN menambah lebih dari 230 kilometer jaringan pipa gas bumi sepanjang 2025. Ekspansi ini memperkuat distribusi energi bersih, serta memperluas layanan gas bagi masyarakat. (Foto: PGN)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas dari PT Pertamina (Persero) mempertegas komitmennya memperluas akses energi bersih melalui penguatan infrastruktur gas bumi nasional.

Perusahaan yang mengelola lebih dari 95 persen infrastruktur gas bumi nasional ini menambah lebih dari 230 kilometer jaringan pipa distribusi sepanjang 2025.

Penambahan jaringan tersebut menjadi bagian dari strategi memperluas jangkauan layanan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Pertumbuhan jaringan pipa ini juga mendorong PGN mengintegrasikan jaringan pipa dengan infrastruktur nonpipa agar layanan gas bumi semakin luas dan andal.

Baca juga : PGN Kantongi Pendapatan Rp 66 T Pada 2025, Naik 5 Persen

Langkah tersebut dilakukan untuk menjawab peningkatan kebutuhan energi domestik serta mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih dan efisien.

Sepanjang 2025, PGN menyalurkan gas bumi sebesar 836 BBTUD ke berbagai segmen pelanggan. Jumlah pelanggan juga meningkat menjadi lebih dari 830.300 pelanggan.

Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan tahun 2026 menjadi fase strategis bagi perusahaan untuk mengoptimalkan infrastruktur gas bumi yang terintegrasi.

Di satu sisi, hal ini juga untuk memperkuat jaringan distribusi gas PGN yang terus bertumbuh dalam tiga tahun terakhir.

Baca juga : Paguyuban Demak Bintoro Nusantara Perkuat Sinergi Bangun Daerah

Di sisi lain, PGN memasuki 2026 dengan posisi yang lebih solid setelah sepanjang 2025 memperkuat berbagai fondasi bisnis, mulai dari aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), keandalan operasi, kesehatan keuangan, hingga tata kelola dan manajemen risiko.

Secara fundamental, bisnis inti PGN di sektor midstream dan downstream juga tetap kuat.

Kinerja operasional dan keuangan dinilai menunjukkan ketahanan yang baik dengan pendapatan meningkat serta arus kas operasional yang tetap positif.

“Integrasi jaringan pipa dan non pipa akan terus dilanjutkan PGN untuk menjangkau wilayah baru sekaligus meningkatkan keandalan penyaluran gas bumi kepada pelanggan. Penguatan infrastruktur sekaligus menjadi fondasi untuk memperluas akses energi yang lebih bersih dan meningkatkan daya saing nasional,” ujar Fajriyah, Kamis (12/3/2026).

Baca juga : Pembangunan Jembatan Gantung Upaya Cepat Buka Akses ke Desa Terisolasi di Aceh

Penguatan infrastruktur tersebut dilakukan secara terintegrasi bersama sejumlah anak usaha PGN, antara lain PT Pertamina Gas, PGN LNG Indonesia, Gagas Energi Indonesia, serta Nusantara Regas.

Sinergi ini memungkinkan optimalisasi layanan gas bumi bagi berbagai segmen pelanggan, mulai dari rumah tangga, usaha mikro kecil dan menengah, industri, transportasi, hingga sektor layanan publik seperti rumah sakit dan fasilitas sosial.

Pengelolaan infrastruktur gas bumi memiliki risiko tinggi, sehingga integrasi teknologi dan penerapan standar keselamatan menjadi prioritas utama.

"Dengan fondasi infrastruktur yang kuat dan terintegrasi, PGN optimistis dapat terus memperluas akses gas bumi bagi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan energi nasional,” tutup Fajriyah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.