Dark/Light Mode

Mudik Lebaran Kerek Konsumsi, Ekonomi Diprediksi Naik

Senin, 23 Maret 2026 20:29 WIB
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto. (Foto: Kemenko Ekonomi)
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto. (Foto: Kemenko Ekonomi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Aktivitas mudik Idul Fitri 2026 diperkirakan akan mendorong perputaran ekonomi nasional melalui peningkatan konsumsi masyarakat dan aktivitas sektor riil di berbagai daerah.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan, mudik memiliki efek berganda (multiplier effect) yang kuat terhadap perekonomian, mulai dari sektor transportasi, perdagangan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Setiap pengeluaran pemudik menciptakan efek pengganda yang berdampak berlapis bagi pelaku ekonomi, termasuk UMKM, pedagang, dan sektor jasa,” ujar Haryo dalam keterangan dikutip Senin (23/3/2026).

Baca juga : Keseimbangan Konsumsi Makanan dan Aktivitas Fisik Sesudah Lebaran

Berdasarkan data historis, konsumsi rumah tangga selama periode Lebaran meningkat sekitar 15–20 persen dibandingkan bulan normal. Bahkan, pendapatan pelaku UMKM di daerah dapat melonjak hingga 50–70 persen seiring tingginya mobilitas masyarakat.

Data Badan Pusat Statistik juga menunjukkan aktivitas mudik berkontribusi sekitar 1,5 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara tahunan. Kontribusi tersebut terjadi melalui redistribusi aliran uang dari pusat ekonomi ke daerah, sehingga memperluas dampak ekonomi dan meningkatkan pemerataan peredaran uang.

Untuk Idul Fitri 2026, pemerintah memproyeksikan aktivitas ekonomi akan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini sejalan dengan pergerakan masyarakat yang pada 2025 mencapai 154,62 juta orang.

Baca juga : Jelang Lebaran, 99 Persen Pengungsi Di Aceh Sudah Tinggalkan Tenda

Optimisme tersebut didukung berbagai stimulus pemerintah, antara lain alokasi stimulus fiskal lebih dari Rp 12,8 triliun, penyaluran bantuan sosial Rp 11,92 triliun kepada 5,04 juta keluarga penerima manfaat, serta diskon tarif transportasi sebesar Rp 911,16 miliar.

Dengan kontribusi konsumsi rumah tangga yang mencapai sekitar 53–54 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), kebijakan tersebut dinilai mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, kebijakan seperti diskon tiket transportasi, program mudik gratis, hingga penerapan Work From Anywhere (WFA) turut memperpanjang durasi tinggal pemudik di kampung halaman, sehingga mendorong peningkatan belanja masyarakat di daerah.

Baca juga : Bangun 110 Jembatan di Riau, DPR Nilai Polri Gerakkan Ekonomi Desa

“Meski ada tekanan global, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Pemerintah juga berkomitmen menjaga daya beli masyarakat, sehingga ekonomi pada Idul Fitri tahun ini diprediksi lebih baik,” kata Haryo.

Pemerintah berharap momentum mudik dapat terus dimanfaatkan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.