Dark/Light Mode

OJK Pastikan Fundamental Perbankan Tetap Solid Di Tengah Tekanan Global

Rabu, 25 Maret 2026 19:35 WIB
Foto: OJK
Foto: OJK

RM.id  Rakyat Merdeka - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan fundamental industri perbankan nasional tetap solid dan mencatatkan pertumbuhan positif di tengah dinamika global.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, revisi outlook negatif terhadap sejumlah bank besar Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional bukan disebabkan oleh faktor fundamental kinerja perbankan.

Menurut dia, perubahan outlook tersebut lebih dipicu oleh penyesuaian peringkat kredit sovereign Indonesia dari stabil menjadi negatif, yang berdampak pada persepsi risiko sektor keuangan secara umum.

“Pada dasarnya kondisi industri perbankan nasional berada dalam kondisi positif, dengan pertumbuhan kredit pada Januari 2026 sebesar 9,96 persen (year on year), sejalan dengan pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 13,48 persen,” ujar Dian dalam keterangan resmi, Rabu (25/3/2026).

Baca juga : Tito Pastikan WFH ASN 1 Hari Sepekan Tak Ganggu Layanan Publik

Selain itu, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) sebesar 2,14 persen. Permodalan juga kuat dengan rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 25,87 persen, serta likuiditas yang memadai dan berada jauh di atas ambang batas.

Dari sisi kelompok bank besar, termasuk Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan bank KBMI 4, kinerja tetap menunjukkan tren positif. Pertumbuhan kredit tercatat masing-masing sebesar 13,43 persen dan 13,34 persen, dengan pertumbuhan dana pihak ketiga di atas 16 persen.

Rasio permodalan bank-bank tersebut juga tergolong kuat, dengan CAR Himbara sebesar 20,32 persen dan KBMI 4 sebesar 22,33 persen, memberikan ruang ekspansi bisnis sekaligus bantalan dalam menghadapi potensi risiko.

Dian menambahkan, kualitas aset perbankan tetap terjaga dengan rasio NPL di kisaran rendah serta didukung pembentukan cadangan yang memadai. Hal ini mencerminkan penerapan manajemen risiko yang prudent.

Baca juga : PalmCo Siapkan Groundbreaking Pabrik Terpadu Di Sei Mangkei

Di tengah ketidakpastian global, perbankan nasional dinilai tetap mampu menjalankan fungsi intermediasi secara stabil, termasuk dalam mendukung pembiayaan sektor riil dan program prioritas pemerintah.

OJK juga menegaskan bahwa penyesuaian outlook oleh lembaga pemeringkat tidak serta-merta memengaruhi kemampuan bank dalam mengakses pendanaan, mengingat peringkat kredit bank besar Indonesia masih berada pada level investment grade.

Struktur pendanaan perbankan yang didominasi dana domestik turut menjadi faktor penopang stabilitas, sehingga ketergantungan terhadap pendanaan eksternal relatif terbatas.

Ke depan, OJK memandang outlook peringkat kredit berpeluang kembali membaik seiring perbaikan kondisi ekonomi global dan domestik.

Baca juga : Pastikan Arus Logistik & Penumpang Lancar, Pelindo Multi Terminal Siaga Lebaran

“OJK bersama pemangku kepentingan, termasuk Komite Stabilitas Sistem Keuangan, akan terus menjaga stabilitas sistem keuangan melalui koordinasi kebijakan dan penguatan pengawasan,” kata Dian.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.