Dark/Light Mode

Laba AMMAN Rp 4,36 Triliun pada 2025, Kuartal IV Cetak Rekor

Jumat, 27 Maret 2026 21:26 WIB
Aktivitas produksi emas AMMAN terus berlanjut di tengah fase transisi 2025, seiring dimulainya produksi emas murni yang memperkuat kinerja hilirisasi perusahaan.
Aktivitas produksi emas AMMAN terus berlanjut di tengah fase transisi 2025, seiring dimulainya produksi emas murni yang memperkuat kinerja hilirisasi perusahaan.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) mencatat laba bersih sebesar 258 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 4,36 triliun (Asumsi kurs Rp 16.900 per dolar AS) pada tahun 2025, di tengah fase transisi menuju perusahaan penambangan dan pemurnian terintegrasi penuh.

Direktur Utama AMMAN Arief Sidarto mengatakan, 2025 menjadi periode penting seiring pelestarian ke penambangan Fase 8 yang ditandai dengan kadar lebih rendah, bersamaan dengan peningkatan kapasitas smelter.

“Tahun 2025 merupakan tahun transisi yang sangat penting bagi AMMAN. Namun, kami berhasil mencapai berbagai tonggak strategi, terutama menuntaskan transformasi menjadi produsen tembaga dan emas yang terintegrasi penuh,” ujar Arief dalam keterangan tertulis, Kamis (26/3/2026).

Secara kinerja, penjualan bersih AMMAN tercatat sebesar 1,847 miliar dolar AS atau sekitar Rp 31,2 triliun, menurun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 2,664 miliar dolar AS atau sekitar Rp 45 triliun.

Baca juga : Bank bjb Bukukan Aset Rp 221,4 Triliun di 2025, Laba Bersih Rp 1,15 Triliun

EBITDA mencapai 1,057 miliar dolar AS atau sekitar Rp 17,9 triliun dengan margin 57 persen. Penurunan kinerja terutama dipengaruhi larangan ekspor konsentrat pada awal tahun serta proses peningkatan kapasitas smelter.

Meski demikian, kinerja perusahaan meningkat signifikan pada paruh kedua, dengan kontribusi kuartal IV mencapai sekitar 70 persen dari total penjualan tahunan sekaligus mencetak kinerja tertinggi sepanjang tahun.

Dari sisi operasional, konsentrat produksi mencapai 446.563 metrik ton kering, dengan kandungan 209 juta pon tembaga dan 102.758 ons emas.

Produksi ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya seiring dengan penurunan kondisi pada fase awal Fase 8. Namun demikian, pencapaian operasional tetap solid.

Baca juga : Investasi Industri Agro Capai Rp 191,7 Triliun Pada 2025

Konsentrat produksi melampaui panduan tahunan sebesar 4 persen dan produksi emas melampaui target sebesar 14 persen, meskipun produksi tembaga masih berada di bawah target sebesar 8 persen.

Di sisi hilirisasi, AMMAN mencatat tonggak penting dengan dimulainya produksi katoda tembaga pada Maret 2025 sebesar 79.849 ton.

Selain itu, produksi emas murni dimulai pada Juli 2025 dengan total pencapaian 124.723 ons sepanjang tahun.

Untuk menjaga operasional selama masa transisi, perusahaan juga memperoleh izin ekspor konsentrat sebesar 480.000 metrik ton kering pada Oktober 2025 yang berlaku selama enam bulan.

Baca juga : Garuda Pastikan Kualitas Layanan Tetap Terjaga

Memasuki tahun 2026, AMMAN menargetkan konsentrat produksi sebesar 900.000 metrik ton kering, dengan kandungan 485 juta pon tembaga dan 579.000 ons emas.

Perusahaan akan memprioritaskan stabilitas operasi smelter serta melanjutkan strategi ekspansi proyek.

Arief menegaskan prospek jangka panjang komoditas tembaga dan emas tetap kuat.

“Kami akan terus fokus pada pelaksanaan yang disiplin, optimalisasi biaya, dan keunggulan operasional untuk menciptakan nilai berkelanjutan,” ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.