Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
BGN Cairkan Rp 32,1 Triliun Awal Tahun 2026
Budget Terbesar Sepanjang Sejarah Untuk Makan Bergizi
Minggu, 15 Februari 2026 08:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Gizi Nasional (BGN) telah mencairkan anggaran sebesar Rp 32,1 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada awal 2026. Jumlah tersebut menjadi pencairan anggaran terbesar sepanjang sejarah untuk makan bergizi.
Hal itu disampaikan Kepala BGN Dadan Hindayana dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026). Acara tersebut turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto, para menteri, kepala badan, serta jajaran direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
“Hari ini BGN sudah mencairkan Rp 32,1 triliun dan belum pernah ada sepanjang sejarah republik sebuah kementerian mencairkan Rp 32,1 triliun dalam waktu satu setengah bulan,” ujar Dadan.
Dari total dana yang dicairkan, sekitar 70 persen digunakan untuk pembelian bahan baku pangan, 20 persen untuk biaya operasional, dan 10 persen untuk insentif pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MBG. Realisasi anggaran ini dinilai langsung memicu perputaran ekonomi di berbagai daerah serta membuka banyak lapangan kerja baru.
Mengutip kajian Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, Dadan menyebutkan setiap satu rupiah yang dikeluarkan BGN mampu mendorong perputaran ekonomi hingga tujuh kali lipat. “Ini sejalan dengan prediksi World Bank bahwa investasi pada nutrisi bisa memberikan return hingga 23 kali dalam jangka panjang,” ujarnya.
Menurut dia, program MBG menciptakan permintaan baru terhadap komoditas pangan yang sebelumnya jarang dikonsumsi masyarakat serta menyerap tenaga kerja lokal. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membutuhkan sekitar 50 tenaga kerja, belum termasuk pemasok bahan baku dan pelaku usaha pendukung lainnya.
“Supplier tumbuh, entrepreneur baru lahir, dan produktivitas lokal meningkat,” kata Dadan.
Baca juga : Gelar 100 Ribu Mudik Gratis, Tebar Diskon Transportasi
Pada 2026, BGN memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp 268 triliun dengan tambahan dana cadangan Rp 67 triliun, sehingga total mencapai Rp 335 triliun. Sebanyak 93 persen anggaran disalurkan langsung melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) ke SPPG di seluruh provinsi dan daerah.
Dadan juga menyebutkan program MBG turut meningkatkan daya beli masyarakat. Berdasarkan data Astra Honda Motor (AHM), penjualan sepeda motor mencapai 4,9 juta unit pada 2025. Ia menilai peningkatan tersebut terdorong oleh aktivitas ekonomi dari MBG. “Di SPPG, sekitar 60 persen pegawainya membeli motor,” ujarnya.
Dengan rata-rata 50 pegawai per SPPG, sekitar 30 orang menjadi konsumen baru kendaraan roda dua. Selain itu, setiap SPPG membutuhkan sedikitnya dua unit mobil operasional. Dengan 23 ribu SPPG, kebutuhan mobil mencapai 46 ribu unit.
Program MBG juga mendorong sektor pangan dan peternakan. Petani hidroponik melaporkan omzet meningkat hingga 100 persen. Setiap SPPG membutuhkan 450 liter susu per hari, sehingga mendorong peningkatan produksi sapi perah serta pembangunan fasilitas cold storage.
“Ada pengusaha tahu yang sebelumnya hampir bangkrut, sekarang usahanya hidup kembali. Peternak dan pabrik susu di Boyolali dan Bandung memproduksi susu dan membangun cold storage untuk memenuhi kebutuhan,” ungkap Dadan.
Permintaan pangan dalam skala besar juga berdampak signifikan. Satu kali penyajian pisang membutuhkan sekitar 3.000 buah atau setara 15 pohon pisang. Jika disajikan dua kali seminggu, kebutuhan tahunan satu SPPG mencapai 1.440 pohon atau sekitar 1,5 hektare kebun.
Untuk menu lele, dibutuhkan sekitar 3.000 ekor per penyajian atau setara dua kolam bioflok. Dengan empat kali penyajian per bulan, satu SPPG memerlukan 32 kolam. “Dengan produktivitas ayam petelur rata-rata 0,8 butir per hari, diperlukan sekitar 4.000 ekor ayam atau empat kandang,” kata Dadan.
Baca juga : Pram Bantu Pekerja Akses Angkutan Efisien & Ekonomis
Peningkatan populasi ayam juga berdampak pada naiknya permintaan jagung sebagai pakan, sehingga memicu efek berantai di sektor tanaman pangan. “Program ini betul-betul menumbuhkan gairah di masyarakat,” tambahnya.
Nilai Tukar Petani (NTP) kini tercatat mencapai 125, yang menandakan peningkatan pendapatan produsen lokal. Kenaikan tersebut sebagian dipicu oleh permintaan bahan pangan dari program MBG.
Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai, pencairan Rp 32,1 triliun dalam waktu 1,5 bulan oleh BGN merupakan perkembangan signifikan dalam konteks implementasi fiskal Indonesia.
Selama ini, tantangan utama Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bukan pada perencanaan, melainkan pada kecepatan dan efektivitas eksekusi. Percepatan pencairan ini mempercepat transmisi stimulus fiskal ke ekonomi riil.
“Dampaknya terhadap konsumsi rumah tangga, arus kas pelaku usaha, dan aktivitas produksi bisa terjadi lebih awal,” ujar Fakhrul kepada Rakyat Merdeka, Sabtu (14/2/2026).
Tingkatkan Ekonomi Petani Dan Peternak
Manfaat MBG juga dirasakan langsung oleh petani dan peternak. Samuel Surodadi, petani asal Desa Kadiwano, Kecamatan Umalulu Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengatakan seluruh hasil sayurannya kini terserap oleh dapur MBG.
Sebelum program berjalan, penghasilannya sebagai petani kacang-kacangan tidak menentu dan paling tinggi hanya sekitar Rp 100 ribu per hari. Kini, pendapatannya meningkat hingga Rp 300 ribu per hari tanpa harus mengeluarkan biaya transportasi tambahan.
Baca juga : Napoli Vs AS Roma, Berebut Gengsi Liga
“Hasil per hari petani bisa dapat Rp 300 ribu, langsung terserap,” ujarnya.
Hal serupa dirasakan Benediktus Dalupe, peternak telur asal Desa Kadi Pada, Tambolaka, Sumba Barat Daya, NTT. Dalam enam bulan terakhir, ia mampu memasok rata-rata 4.000 butir telur per hari ke dapur MBG SPPG Yayasan Tanamanda.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengatakan, program MBG menciptakan efek berantai dalam pertumbuhan ekonomi. Setiap dapur MBG diperkirakan melibatkan lima hingga sepuluh pemasok, dan setiap pemasok menggandeng tiga hingga lima petani atau peternak. “Ini menimbulkan ekonomi dari bawah,” kata Prabowo saat meresmikan SPPG Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).
Prabowo menambahkan, ketika program MBG melayani 82 juta penerima manfaat, diperkirakan akan ada 1,5 juta orang yang bekerja setiap hari dalam ekosistem program tersebut.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya