Dark/Light Mode

Penghasilan Petani Sayuran di Lereng Merapi Melonjak Berkat Program MBG

Sabtu, 4 April 2026 14:33 WIB
Yusron Soleh, petani muda asal Dusun Pasah, Desa Senden. (Foto: Dok. Bakom RI)
Yusron Soleh, petani muda asal Dusun Pasah, Desa Senden. (Foto: Dok. Bakom RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di lereng Gunung Merapi, tepatnya di Kecamatan Selo, Boyolali, kehidupan petani perlahan berubah. Salah satu yang merasakan dampaknya adalah Yusron Soleh (30 tahun), petani muda asal Dusun Pasah, Desa Senden. 

Sejak kecil, Yusron telah akrab dengan dunia pertanian, mengikuti jejak keluarganya yang lebih dulu menggantungkan hidup dari tanah. Setiap hari, Yusron mengelola lahan yang ditanami berbagai jenis sayuran.

Tomat menjadi komoditas utama, namun ia juga menanam brokoli, selada, sawi sendok, hingga pakcoy. Hasil panennya biasa ia jual ke Pasar Cepogo, pasar tradisional yang menjadi tumpuan banyak petani di wilayah tersebut.

Namun, dalam beberapa waktu terakhir, Yusron merasakan perubahan signifikan. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto disebutnya membawa dampak langsung terhadap peningkatan penjualan hasil pertanian.

Baca juga : Kisah Susanto, Difabel yang Kini Jadi Koki Program MBG Prabowo

“Iya, berpengaruh. Untuk penjualannya sangat tinggi sekarang,” ujar Yusron, seperti keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Sabtu (4/4/2026).

Menurutnya, permintaan sayuran meningkat, terutama untuk kebutuhan dapur SPPG. Ia kini lebih sering memasok pakcoy dan selada, yang permintaannya terus naik. Kondisi ini berdampak pada harga jual yang lebih baik dibanding sebelumnya.

“Iya, harganya bagus. Ekonominya bisa naik,” katanya.

Peningkatan tersebut bukan hanya dirasakan pada volume penjualan, tetapi juga pada stabilitas pendapatan. Yusron mengaku, hasil yang ia dapatkan kini lebih mampu memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya.

Baca juga : Berkat MBG, Kelompok Tani Wanita di Karanganyar Mudah Salurkan Panen Sayuran

“Sekarang ada peningkatan. Bisa untuk mencukupi keluarga, dan nabung sedikit-sedikit,” ujarnya.

Sebagai ayah dari satu anak, Yusron melihat perubahan ini sebagai harapan baru bagi masa depan keluarganya. Ia pun berharap program tersebut tidak berhenti di tengah jalan.

“Harapannya ke depan bisa berlanjut terus,” kata Yusron.

Raut wajahnya tampak sumringah saat menceritakan perubahan yang ia alami. Baginya, perhatian terhadap sektor pertanian adalah kunci untuk meningkatkan kesejahteraan petani desa.

Baca juga : BGN Terapkan Prinsip No Service No Pay, Insentif SPPG Bisa Langsung Dihentikan

Di akhir perbincangan, Yusron menyampaikan rasa terima kasihnya. “Terima kasih Pak Prabowo. Semoga program ini terus berlanjut dan membawa manfaat lebih luas,” tuturnya.

Kisah Yusron menjadi gambaran kecil bagaimana kebijakan dapat langsung menyentuh kehidupan petani. Dari ladang sederhana di Selo, harapan itu kini mulai tumbuh bersama setiap panen yang semakin menjanjikan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.