Dark/Light Mode

Nusantara Halid Gandeng Grand Seleron Pabrik Truk Listrik, Investasi Rp 10 T

Jumat, 17 April 2026 17:31 WIB
Foto: Ist
Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Nusantara Halid Group (NH Group) bersama Grand Seleron Indonesia (GSI) membangun pabrik truk, alat berat, dan tongkang listrik di Krakatau Industrial Estate, Cilegon, Banten. Nilai investasi proyek ini mencapai Rp 10 triliun.

Direktur Utama PT Nusantara Halid, Andy Nursyam Halid mengatakan, pihaknya juga mengajak sejumlah pabrikan suku cadang untuk mendukung ekosistem industri tersebut.

“NH Group turut menggandeng Global Mainstream Dynamic Energy Technology Ltd., produsen Battery Energy Storage yang berbasis di Changzhou, China,” ujarnya.

Baca juga : Orang Singapura Heran, BBM di Kami Melonjak Tapi di Indonesia Tidak?

Rencana investasi ini telah ditindaklanjuti melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Lahan Industri (PJLI) seluas 8 hektare antara PT Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI) dan PT Almas Mandiri Anugerah (AMA), anak usaha GSI, pada 26 Februari 2026 di kawasan Krakatau Industrial Estate, Cilegon, Banten.

Ke depan, lahan tersebut direncanakan diperluas hingga 50 hektare untuk pembangunan pabrik truk, alat berat, dan tongkang listrik, dengan nilai investasi lahan mencapai sekitar Rp 1,2 triliun.

Sebagai tindak lanjut kerja sama, Direktur Utama PT KSI Dazul bersama Direktur Pemasaran Rachman dan Manajer Pemasaran Yoyok mengunjungi pabrik CKMM di Changzhou pada 3 April 2026. Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung teknologi pengisian bahan bakar listrik (BBL) untuk truk di Pelabuhan Changzhou, di mana pengisian selama satu jam mampu mendukung operasional truk hingga 12 jam.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Gandeng AF Corse dan Sean Gelael di Musim Balap 2026

Selain itu, PT Nusantara Halid juga tengah menjajaki kerja sama dengan Hunan Iron & Steel Group (HISG) untuk mendukung pasokan bahan baku baja. Kerja sama ini diarahkan untuk membantu PT Krakatau Steel dalam pengadaan baja murni yang akan diolah menjadi komponen truk listrik, alat berat, dan tongkang.

HISG, yang berdiri pada 1997, merupakan salah satu perusahaan baja terbesar di Provinsi Hunan, China, dengan kapasitas produksi mencapai 30 juta ton per tahun, didukung sekitar 36.000 karyawan. Perusahaan ini memiliki total aset sekitar 200 miliar yuan dan pendapatan operasional mencapai 240 miliar yuan.

Di sisi lain, PT Nusantara Halid juga telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Global Mainstream Dynamic Energy Technology Ltd. untuk mengembangkan pasar Battery Energy Storage (BES) di Indonesia. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Andy Nursyam Halid bersama Direktur Li Jian Dow.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.