Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pakar: Danantara Jadi Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi, Aset Dikelola Optimal
Senin, 20 April 2026 13:36 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah resmi meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai terobosan strategis dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dengan nilai aset mencapai 900 miliar dolar AS atau sekitar Rp 14.700 triliun, superholding ini diyakini menjadi lokomotif baru menuju target pertumbuhan ekonomi 8 persen.
Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) periode 2015–2018, Syarkawi Rauf, menilai kehadiran Danantara sebagai lompatan besar dalam pengelolaan aset negara. "Sekarang, (pengelolaan BUMN) diberikan fleksibilitas yang jauh lebih besar,” ujarnya, dalam diskusi yang digelar Nagara Institute di Hotel Claro, Makassar, seperti keterangan yang diterima redaksi, Senin (20/4/2025).
Baca juga : Asbanda Dorong BPD Naik Kelas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Menurut Syarkawi, Danantara yang berfungsi sebagai sovereign wealth fund mampu mengelola aset skala besar secara lebih gesit. Fleksibilitas ini menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata hingga ke daerah.
Ia memaparkan, dengan target pertumbuhan ekonomi 8 persen dan rasio incremental capital output ratio (ICOR) Indonesia di kisaran 6,33, dibutuhkan investasi sekitar 50,4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Baca juga : Indonesia Jadi Titik Terang Ekonomi Global
Berdasarkan PDB Indonesia yang mencapai 1,3 triliun dolar AS, kebutuhan investasi diperkirakan mencapai 650 miliar dolar AS atau setara Rp 10.400 triliun. “Ini membutuhkan dana investasi yang tidak sedikit. Danantara hadir sebagai solusi untuk mengurangi kesenjangan kebutuhan pendanaan sekaligus mengoptimalkan aset BUMN yang selama ini kurang tergarap maksimal,” ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya