Dark/Light Mode

IHSG Galau Bergerak Merah-Hijau

Selasa, 21 April 2026 07:30 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada sore hari. (Foto: Dibuat oleh AI/Chatgpt)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada sore hari. (Foto: Dibuat oleh AI/Chatgpt)

 Sebelumnya 
Selain itu, terdapat sejumlah data penting yang perlu dicermati. Dari China, pasar menunggu rilis Loan Prime Rate (LPR) 1 tahun yang diperkirakan berada di level 3,0 persen dan LPR 5 tahun di 3,5 persen. 

“Jika tidak ada perubahan, artinya otoritas masih cenderung wait and see. Namun, jika terjadi penurunan, itu bisa menjadi sinyal tekanan ekonomi mulai meningkat sehingga diperlukan stimulus tambahan,” jelasnya. 

Dari Amerika Serikat (AS), data penjualan ritel (retail sales) Maret 2026 juga menjadi perhatian. Konsensus memperkirakan pertumbuhan sebesar 1,3 persen secara bulanan, lebih tinggi dibandingkan sebelumnya sebesar 0,6 persen. 

Baca juga : Feriansyah: Persoalan Tata Kelola Juga Perlu Diperbaiki

Selanjutnya, data EIA Crude Oil Stocks Change juga menjadi perhatian dengan konsensus penurunan sekitar 1 juta barel. Data ini kerap menjadi indikator jangka pendek kondisi supply-demand di pasar minyak. 

“Penurunan stok biasanya mengindikasikan pasokan yang lebih ketat dan dapat menopang harga minyak tetap tinggi. Dalam konteks saat ini, data ini semakin relevan karena pasar sangat sensitif terhadap isu pasokan energi,” tambahnya. 

Senada, Head of Department Customer Engagement & Market Analyst Team BRI Danareksa Sekuritas, Chory Agung Ramdhani menilai, keberlanjutan negosiasi nuklir Iran serta jaminan keamanan arus pelayaran menjadi faktor krusial bagi kepercayaan investor. Selain faktor geopolitik, pelaku pasar juga menantikan arah kebijakan moneter BI terkait suku bunga acuan. 

Baca juga : Abdul Fikri Faqih: Perlu Diskusi Bersama DPR Dan Pemerintah

“Fokus investor saat ini tertuju pada respons AS, keberlanjutan negosiasi nuklir Iran, serta keamanan arus pelayaran di Selat Hormuz dalam beberapa hari ke depan,” kata Agung. 

Keamanan di Selat Hormuz dinilai sangat vital karena jalur tersebut meru­pakan urat nadi distribusi energi global. Gangguan di kawasan ini dapat meningkatkan volatilitas pasar saham global yang kemudian berdampak ke pasar modal Indonesia. 

Hingga saat ini, pelaku pasar masih bersikap waspada sambil memantau respons Pemerintah AS. Pergerakan IHSG dalam jangka pendek diperkirakan sangat bergantung pada stabilitas situasi di Timur Tengah serta rilis data makroekonomi domestik terbaru. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.