Dark/Light Mode

Pemerintah Dan Industri Perkuat Ekosistem Otomotif Nasional

Senin, 20 April 2026 22:28 WIB
Foto: Ist
Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah bersama pelaku industri terus memperkuat sektor otomotif nasional sebagai salah satu pilar strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Penguatan tersebut dilakukan melalui pengembangan ekosistem rantai pasok, peningkatan daya saing industri, serta percepatan transformasi menuju industri otomotif yang berorientasi global dan berkelanjutan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi kinerja industri otomotif nasional, khususnya PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), yang dinilai mampu menunjukkan daya saing di pasar global.

Baca juga : Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja, Industri Otomotif Jadi Penggerak Ekonomi,

“Saya juga mengapresiasi momentum ekspor tiga juta unit beberapa waktu lalu. Ini menunjukkan bahwa Toyota mampu memenuhi standar kualitas global di lebih dari 100 negara,” ujar Airlangga saat memberikan arahan dalam Forum Diskusi Pengembangan Industri Otomotif yang diselenggarakan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia di Tangerang, Senin (20/4/2026).

Forum tersebut menjadi wadah strategis bagi pemerintah dan pelaku industri untuk bertukar pandangan, menyelaraskan arah kebijakan, serta mengidentifikasi peluang kolaborasi dalam memperkuat industri otomotif nasional secara berkelanjutan.

Di tengah dinamika ekonomi global, sektor otomotif menghadapi tekanan baik dari sisi permintaan maupun persaingan internasional. Meski demikian, industri ini tetap memiliki peran penting sebagai motor penggerak ekonomi dengan melibatkan sekitar 1,5 juta tenaga kerja dalam ekosistem rantai pasok.

Baca juga : Pemerintah Dorong Water Taxi Bali, ASDP Perkuat Integrasi Antarmoda Nasional

Pemerintah juga terus mendorong penguatan struktur industri melalui pengembangan ekosistem kendaraan listrik, peningkatan nilai tambah, serta penguatan rantai pasok domestik. Investasi pada kendaraan listrik, termasuk baterai berbasis nikel, menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan daya saing di tingkat global.

Airlangga menekankan pentingnya kolaborasi erat antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan industri ke depan.

“Saya berharap dengan kolaborasi yang erat antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan, kita terus mengupayakan agar industri Indonesia dapat bersaing,” katanya.

Baca juga : Shelter Indonesia Perkenalkan Ekosistem Digital Untuk Operasional Terintegrasi

Forum tersebut turut dihadiri Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Ali Murtopo Simbolon, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian Setia Diarta, CEO Toyota Motor Asia Pacific Masahiko Maeda, Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto, serta para pelaku usaha pemasok komponen dan mitra logistik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.