Dark/Light Mode

Gelar RUPST, Laba BTN Rp 3,5 Triliun Tak Salurkan Dividen

Kamis, 23 April 2026 20:09 WIB
Dirut BTN Nixon Napitupulu (tengah) seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. (Foto: Dok. BTN)
Dirut BTN Nixon Napitupulu (tengah) seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. (Foto: Dok. BTN)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mengalokasi laba bersih BTN 2025 senilai Rp 3,5 triliun sebagai saldo laba ditahan untuk mendukung ekspansi kredit ke depan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, penggunaan laba, RUPST memutuskan dividend payout ratio sebesar nol persen.

“Hal ini diputuskan, dengan pertimbangan untuk mendukung ekspansi kredit yang melebihi Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), sehingga laba digunakan sebagai penguatan permodalan di tahun 2026,” ujarnya di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Nixon mengungkapkan, keputusan tersebut dilatarbelakangi oleh rencana pengambilalihan portofolio kredit yang telah diproses dalam jangka waktu cukup panjang.

Portofolio tersebut mencakup kredit produktif maupun konsumtif dengan nilai transaksi yang melebihi 20 persen dari ekuitas Perseroan, sehingga memerlukan penguatan permodalan.

Nixon mengungkapkan, BTN sebelumnya telah mempertimbangkan berbagai opsi pendanaan, termasuk penerbitan surat utang namun dinilai kurang efisien.

Baca juga : Kinerja Solid, Laba Bersih BCA Tembus Rp 14,7 Triliun Hingga Maret 2026

“Sempat kami rencanakan juga untuk menerbitkan sub-debt atau additional tier 1 capital. Tapi waktunya tidak memungkinkan, dan kalau pakai itu ada beban bunga," ujarnya.

Diakui Nixon, keputusan tidak membagikan dividen diambil untuk menjaga efisiensi sekaligus memperkuat kapasitas ekspansi.

“Akhirnya disepakati, kami tidak membayarkan dividen atau divinded payout-nya nol persen di tahun ini, karena memang modalnya dibutuhkan untuk pembelian portofolio tadi. Dengan begitu kita tidak perlu lagi menerbitkan surat utang,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, BTN menargetkan pertumbuhan kredit dan pembiayaan pada tahun 2026 dapat tumbuh di kisaran 8 persen hingga 10 persen.

“Dengan tetap berfokus pada segmen perumahan, baik subsidi maupun non-subsidi, serta penguatan ekosistem pembiayaan perumahan,” katanya.

Nixon menuturkan, terkait dengan ekspansi kredit, RUPST menyetujui pemberian kewenangan kepada Dewan Komisaris Perseroan, dengan terlebih dahulu memperoleh persetujuan sesuai ketentuan yang berlaku, untuk menyetujui rencana pengambilalihan portofolio kredit dari pihak ketiga.

Baca juga : Gelar RUPST, Ancol Bagikan Dividen dan Umumkan Direksi Baru

Nixon menilai akuisisi portofolio kredit memiliki profil imbal hasil dan kualitas aset yang lebih baik dibandingkan portofolio eksisting Perseroan sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi perseroan.

Transaksi ini diproyeksikan dapat memperbaiki kualitas aset sekaligus meningkatkan kinerja keuangan BTN.

“Adanya pembelian portofolio ini, NPL rasio BTN di akhir tahun akan turun di bawah 3 persen. Pendapatan bunga akan lebih bagus, dan total kredit diharapkan melebihi RKAP,” harapnya.

Saat ini, pihak lawan transaksi belum dapat disampaikan karena proses masih berjalan, dengan target penandatanganan perjanjian sekitar pertengahan Mei.

Sementara itu, RUPST juga menyetujui pengangkatan kembali Nofry Rony Poetra, serta Eko Waluyo untuk melanjutkan masa jabatan sebagai anggota direksi perseroan, sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan kepemimpinan dan pelaksanaan strategi bisnis Perseroan.

Nixon mengapresiasi dan berterima kasih atas kontribusi yang telah diberikan kepada Dwi Ary Purnomo atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan selama menjabat.

Baca juga : MedcoEnergi Bukukan Laba Bersih Rp 1,7 Triliun pada 2025

“Perseroan juga menyambut baik keberlanjutan peran Nofry Rony Poetra dan Eko Waluyo dalam memperkuat kinerja dan transformasi BTN ke depan,”  ujar Nixon..

Menurut Nixon, perubahan susunan pengurus merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk memperkuat arah strategis Perseroan.

“BTN optimis susunan pengurus yang baru akan semakin memperkuat kinerja perseroan dalam mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, serta peningkatan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Dengan hasil keputusan RUPST, susunan direksi menjadi Direktur Utama Nixon LP Napitupulu, Wakil Direktur Utama Oni Febriarto Rahardjo, Direktur Finance & Strategy Nofry Rony Poetra, Direktur Consumer Banking Hirwandi Gafar, dan Direktur Risk Management Setiyo Wibowo. Kemudian, Direktur Operations I Nyoman Sugiri Yasa, Direktur Network & Retail Funding Rully Setiawan, Direktur Commercial Banking Hermita, Direktur Human Capital & Compliance Eko Waluyo, Direktur Information Technology Tan Jacky Chen, Direktur Treasury & International Banking: Venda Yuniarti dan Direktur Corporate Banking Helmy Afrisa Nugroho.

Susunan dewan komisaris menjadi, Komisaris Utama Suryo Utomo, Wakil Komisaris Utama Endra Gunawan, Komisaris terdiri dari Fahri Hamzah, Didyk Choiroel, dan Komisaris Independen terdiri dari Ida Nuryanti, Pietra Machreza Paloh dan Panangian Simanungkalit. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.