Dark/Light Mode

Kinerja Solid, Laba Bersih BCA Tembus Rp 14,7 Triliun Hingga Maret 2026

Kamis, 23 April 2026 19:15 WIB
Foto: Dok. BCA
Foto: Dok. BCA

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan entitas anak mengantongi laba bersih hingga Rp 14,7 triliun, dengan mencatat pertumbuhan kredit yang positif naik 5,6 persen secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp 994 triliun per Maret 2026.

Penyaluran kredit tersebut didukung pendanaan yang solid, dengan dana giro dan tabungan (Current Account Saving Account/CASA) sebesar Rp 1.089 triliun, tumbuh 11,2 persen.

Porsi CASA mendominasi sekitar 85,2 persen dari total Dana Pihak Ketiga (DPK) BCA.

“Kami optimis menjaga kinerja BCA tetap solid di tengah kondisi global yang dinamis melalui pengembangan berbagai lini bisnis secara pruden,” kata Presiden Direktur BCA Hendra Lembong dalam paparan kinerja kuartal I-2026 secara virtual, Kamis (23/4/2026).

Hendra menyatakan, mengawali 2026, kinerja BCA dipengaruhi momentum Ramadan dan Idul Fitri yang mendukung kinerja kredit.

Baca juga : Bank Mandiri Kantongi Laba Bersih Rp 15,4 T Naik 16,6 Persen di Kuartal I-2026

Tak hanya itu, BCA Expoversary 2026 yang dilaksanakan sejak Februari 2026 juga mendapatkan antusiasme tinggi dari nasabah dan masyarakat.

Sejalan dengan itu, kami memperpanjang pelaksanaan BCA Expoversary hingga 30 April 2026.

Ia juga merinci, penyaluran kredit BCA hingga akhir Maret 2026 terutama ditopang kredit produktif sebesar Rp 760,2 triliun, meningkat 7,8 persen yoy.

Seiring komitmen menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), penyaluran kredit ke sektor-sektor berkelanjutan tumbuh 10,0 persen yoy menjadi Rp 258,4 triliun, atau setara 26,0 persen dari total portofolio pembiayaan BCA.

Capaian ini didukung pertumbuhan kredit UMKM sebesar 12 persen yoydengan outstanding Rp 146 triliun.

Baca juga : Top, Laba Bersih BTN Tumbuh Double Digit

“Mencerminkan dukungan BCA pada berbagai sektor perekonomian nasional,”  ujarnya.

Kredit hijau BCA (green financing) tumbuh 7,7 persen yoy mencapai Rp 113 triliun, salah satunya didukung penyaluran pembiayaan ke sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang naik 53,5 persen yoy.

“BCA senantiasa berkomitmen menyalurkan kredit dengan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan penerapan manajemen risiko yang disiplin,” kata Hendra.

Rasio loan at risk (LAR) dan non performing loan (NPL) terjaga, masing-masing 5,1 persen dan 1,8 persen. Rasio pencadangan LAR dan NPL ada pada level solid, masing-masing 69,7 persen dan 174,6 persen.

Dari sisi pendanaan, total DPK BCA mencapai Rp 1.292,4 triliun, tumbuh 8,3 persen yoy. Kenaikan CASA sejalan pengembangan perbankan transaksi BCA termasuk berbagai kanal digital dan non digital.

Baca juga : BTN Kantongi Laba Bersih Rp 1,1 Triliun Melesat 22,6 Persen Per Kuartal I-2026

Hendra menyampaikan, BCA terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi melalui pengembangan berbagai fitur di aplikasi myBCA.

Salah satu inovasi terbaru adalah fitur ‘Layanan Cabang’ yang memudahkan nasabah melakukan pemesanan banknotes untuk diambil di cabang, dan transaksi cabang lainnya.

Penyetoran dan penarikan banknotes dalam mata uang USD dapat dilakukan di seluruh KCU dan KCP, kemudian penarikan tunai valas lain seperti Chinese Yuan, Japanese Yen, Singapore Dollar, dan 15 mata uang lainnya dapat dilakukan di setiap KCU BCA.

“Sebagai salah satu langkah meningkatkan experience nasabah dalam bertransaksi di myBCA, BCA juga menghadirkan berbagai promo dan fitur menarik pada aplikasi ini,” ujarnya. 

Selain itu, melalui fitur ‘Lifestyle,’ nasabah dapat menikmati kemudahan dalam memesan makanan melalui ‘UFood Delivery’ di myBCA.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.