Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
HIPMI Dorong Hilirisasi Sawit Perkuat Pangan Nasional
Minggu, 26 April 2026 20:52 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Industri kelapa sawit dinilai memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mendorong komoditas ini diperkuat melalui hilirisasi agar memberi nilai tambah lebih besar.
Ketua Bidang Pertanian sekaligus Ketua Satuan Tugas Pangan Badan Pengurus Pusat HIPMI M Hadi Nainggolan mengatakan kelapa sawit merupakan salah satu kekuatan pangan Indonesia. Menurutnya, sektor sawit dari hulu hingga hilir telah menopang kebutuhan masyarakat luas.
“Dari kelapa sawit kita menghasilkan berbagai macam produk turunan di bidang pangan,” ujarnya di Jakarta, dikutip Minggu (26/4/2026).
Dia menjelaskan, kelapa sawit memiliki sejumlah keunggulan sebagai bahan baku pangan. Di antaranya harga yang kompetitif, produktivitas tinggi, pasokan relatif stabil, dan penggunaan yang luas.
Produk turunan sawit di sektor pangan saat ini sudah banyak ditemui di masyarakat. Mulai dari minyak goreng, margarin, roti, kopi, cokelat, biskuit, hingga mentega putih atau shortening.
Baca juga : Program MBG Dorong Budidaya Lele Di Blora, Perkuat Rantai Pasok Lokal
Menurut Hadi, luas perkebunan kelapa sawit di Indonesia yang mendekati 17 juta hektare perlu dipandang sebagai kekuatan nasional. Tanaman ini juga tidak terlalu bergantung pada pola musiman sehingga produksi relatif konsisten.
“Saya sepakat bahwa kelapa sawit ini adalah tanaman unggulan dan andalan Indonesia,” tegasnya.
Kondisi tersebut dinilai memberi kepastian pasokan bagi pelaku usaha yang menjadikan sawit sebagai bahan baku produksi. Ketersediaan bahan baku yang terjaga menjadi faktor penting bagi industri makanan dan minuman.
Hadi mengatakan, pengusaha muda yang tergabung di HIPMI perlu mengambil peran lebih besar dalam hilirisasi sawit. Selama ini, banyak pelaku usaha masih fokus di sektor kebun dan penjualan bahan mentah.
“Saat ini hampir semua pengusaha sukses di HIPMI memiliki kebun kelapa sawit,” katanya.
Baca juga : Giwo Dorong Alumni UNJ Jadi Motor Pembangunan Nasional
Namun, ia menyebut sebagian besar masih sebatas menghasilkan tandan buah segar (TBS) dan crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah. Peluang pengembangan produk jadi dinilai masih sangat besar.
HIPMI menilai penguatan industri hilir akan menciptakan produk bernilai tambah sekaligus memperluas pasar dalam negeri. Pengembangan sektor ini juga dinilai bisa membuka lapangan kerja baru di berbagai daerah.
Hadi mengharapkan kolaborasi erat antara pelaku usaha dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Lembaga tersebut saat ini memiliki Program Pangan dan Hilirisasi untuk memperkuat industri sawit nasional.
“Kami mengajak BPDP melompat lebih tinggi dengan menciptakan program inkubasi skala industri,” ujarnya.
Ia mendorong agar di setiap provinsi muncul pelaku usaha yang fokus mengolah sawit menjadi produk pangan siap konsumsi. Menurutnya, daerah penghasil sawit perlu ikut menikmati nilai tambah dari proses industri.
Baca juga : Menkop Dorong KSP TLM Perkuat Sinergi Dengan Kopdes Merah Putih
“Kami mendorong di HIPMI ada satu pengusaha di setiap provinsi terjun ke hilirisasi sawit sektor pangan,” tandasnya.
HIPMI menyebut hilirisasi sawit dapat memberi nilai tambah bagi pelaku usaha. Pengembangan sektor ini juga mampu memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendorong ekonomi daerah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya