Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Rumah Energi Dorong Peran Koperasi Kembangkan PLTS Nasional 100 GW
Jumat, 24 April 2026 20:14 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Rumah Energi terus mendorong penguatan peran koperasi dalam mendukung transisi energi nasional melalui program Koperasi Hijau yang telah menjangkau lebih dari 150 koperasi sejak 2021.
Upaya Rumah Energi dinilai sejalan dengan target pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 gigawatt (GW) dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Untuk memperkuat ekosistem pengembangan PLTS, Rumah Energi menyelenggarakan forum “Green Cooperative Solar Initiative Dialogue: Bridging Policy and Practice in Indonesia's 100 GW Solar PV Program”.
Forum ini menjadi ruang dialog lintas pemangku kepentingan guna menjembatani kesenjangan antara kebijakan nasional dan implementasi di lapangan.
Baca juga : BAZNAS Panen 400 Ton Jagung Di Lombok Timur, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Kegiatan tersebut menghadirkan perwakilan Kementerian Koperasi, Kementerian ESDM, Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) Kementerian Keuangan, bersama sejumlah mitra pembangunan.
Direktur Eksekutif Rumah Energi, Sumanda Tondang mengatakan kegiatan ini difokuskan untuk mengidentifikasi hambatan implementasi.
"Sekaligus merumuskan strategi kolaborasi yang lebih operasional. Koperasi memiliki potensi besar sebagai penggerak transisi energi di tingkat komunitas," kata Sumanda kepada wartawan, Jumat (24/4/2026).
Rumah Energi menilai pendekatan kolaboratif berbasis kebutuhan riil di lapangan menjadi kunci percepatan implementasi target 100 GW PLTS. Sekaligus memastikan transisi energi di Indonesia berjalan secara adil, inklusif, dan berkelanjutan.
Baca juga : Ini Yang Buat Persik Keok Lawan PSM Makassar
"Ke depan, kami berharap dialog ini tidak berhenti pada diskusi, tetapi berlanjut pada pengembangan proyek percontohan PLTS berbasis koperasi yang dapat direplikasi secara luas," ungkap Sumanda.
Sementara itu, Tenaga Ahli Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi, Roysepta Abimanyu menyampaikan pemerintah mendorong pengembangan PLTS untuk mengurangi ketimpangan akses energi.
"Kami juga menargetkan pengembangan 102 PLTS dalam dua tahun dengan fokus pada wilayah yang belum terjangkau listrik," ujarnya.
Kepala Balai Besar Survei dan Pengujian Ketenagalistrikan EBTKE Kementerian ESDM, Trois Dilisusendi menekankan pentingnya peran koperasi dalam menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan energi.
Baca juga : OREO Berbagi Seru Dorong Pendidikan Inklusif 7.000 Siswa di Wilayah 3T
"Pengembangan energi terbarukan perlu memperhatikan keseimbangan antara supply dan demand. Koperasi dapat berperan sebagai pengelola sekaligus penggerak kebutuhan energi di masyarakat," ujarnya.
Forum ini membahas dua fokus utama, yakni penguatan tata kelola dan kebijakan untuk membuka ruang keterlibatan koperasi dalam ekosistem energi nasional, serta pengembangan model bisnis PLTS berbasis koperasi yang bankable dan scalable, termasuk melalui skema pembiayaan inovatif seperti blended finance.
Melalui forum tersebut, diharapkan tercapai penguatan koordinasi lintas sektor, identifikasi peluang integrasi koperasi dalam ekosistem energi terbarukan, serta perumusan model bisnis PLTS berbasis koperasi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Selain itu, forum juga diharapkan dapat mendorong kepastian regulasi dan membuka peluang pengembangan skema pembiayaan inovatif guna mendukung implementasi PLTS berbasis koperasi secara berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya