Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
PLN EPI Amankan Pasokan Gas 111 MMSCFD dari Lapangan Mako Natuna
Jumat, 6 Maret 2026 11:24 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memastikan pasokan gas sebesar 111 juta standar kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMSCFD) selama 10 tahun dari Lapangan Gas Mako di Wilayah Kerja (WK) Duyung, setelah proyek tersebut resmi mencapai Final Investment Decision (FID) atau keputusan investasi final.
Kepastian ini menjadi langkah strategis PLN EPI untuk memperkuat pasokan energi primer bagi pembangkit listrik, khususnya di Batam.
Lapangan Mako yang dioperasikan West Natuna Exploration Limited (WNEL) berada di lepas pantai Natuna, Kepulauan Riau, dengan kedalaman laut sekitar 80 meter.
Pengumuman FID dilakukan di kantor Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
Acara tersebut dihadiri Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaiman, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, Chairman Conrad Asia Energy Ltd Peter Botten, serta Chief Executive Officer Conrad Asia Energy Ltd Miltiadis Xynogalas sebagai operator WK Duyung.
Turut hadir Presiden Direktur PT Nations Natuna Barat Hashim Djojohadikusumo sebagai mitra WK Duyung, Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto, Direktur Gas dan Bahan Bakar Minyak (BBM) PLN EPI Erma Melina Sarahwati, serta Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (BNI) Putrama Wahju Setyawan.
Baca juga : Tren Harga Pangan Masuk Zona Hijau
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyatakan persetujuan FID menjadi tonggak penting bagi peningkatan produksi gas nasional.
“Persetujuan FID ini menjadi tonggak penting yang menegaskan kesiapan proyek untuk memasuki tahap konstruksi dan eksekusi penuh dalam upaya peningkatan lifting gas nasional," ujar Djoko.
Menurut dia, proyek tersebut merupakan langkah konkret untuk mendorong produksi gas sekaligus memastikan pemanfaatan sumber daya Natuna bagi kebutuhan dalam negeri.
"Proyek ini telah melalui proses panjang sejak ditandatanganinya PSC 2007, Discovery Gas tahun 2017, Plan Of Development (POD) tahun 2019, Revisi POD tahun 2022, Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) tahun 2025, dan FID tahun 2026, sehingga diharapkan dapat mulai produksi tahun 2027,” ujar Djoko.
Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto menyambut baik tercapainya FID Lapangan Mako yang akan memastikan pasokan gas sesuai Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG), antara PLN EPI dan WNEL yang ditandatangani pada 11 Juli 2025.
PJBG tersebut juga merupakan bagian dari penugasan Menteri ESDM kepada PLN melalui PLN EPI untuk membangun dan mengoperasikan pipa West Natuna Transportation System–Pemping (WNTS–Pemping).
Baca juga : Dirut Pertamina Pastikan Pasokan Energi Aman Saat Mudik Lebaran
“Dengan tercapainya FID ini, target tata waktu pasokan gas dalam Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dapat terpenuhi untuk memastikan pasokan gas bagi kelistrikan khususnya di wilayah Batam dan Sumatra Bagian Tengah," ujar Rakhmad.
Ia menambahkan, kebutuhan listrik di wilayah tersebut tumbuh sekitar 12–15 persen per tahun dan sebagian besar dipenuhi oleh pembangkit listrik berbahan bakar gas.
"Dengan penurunan pasokan gas dari onshore Sumatra, pasokan dari wilayah Natuna sangat dibutuhkan untuk mendukung ketahanan energi nasional,” sambung Rakhmad.
Untuk menjamin keamanan pasokan energi primer bagi kelistrikan di Batam dan Sumatra Bagian Tengah, PLN EPI juga tengah membangun pipa WNTS–Pemping yang akan menyalurkan gas dari Natuna.
"Dengan adanya pipa WNTS-Pemping, pasokan gas dari WK Duyung ini akan menjadi awal dari pasokan gas lainnya dari wilayah Natuna,” tambah Rakhmad.
Direktur Gas dan BBM PLN EPI Erma Melina Sarahwati menjelaskan pembangunan pipa WNTS–Pemping yang telah dimulai melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) pada 10 Februari 2026 saat ini terus berjalan sesuai rencana.
Baca juga : HUT Ke-3 PLN EPI, Ratusan Karyawan Donor Darah Bantu Stok PMI Jakarta
“Pembangunan pipa WNTS–Pemping saat ini terus berprogres dan ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2026. Infrastruktur ini akan menjadi penghubung penting dalam menyalurkan gas dari wilayah Natuna ke sistem kelistrikan Batam,” ujar Erma.
Ia menambahkan, pengembangan infrastruktur gas tersebut sejalan dengan strategi transisi energi nasional yang mendorong pemanfaatan energi yang lebih bersih dan efisien.
“Pengembangan infrastruktur gas ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendukung upaya transisi menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan,” tutup Erma.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya