Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Harga Gabah Naik, Petani di Majalengka Semakin Sejahtera
Selasa, 28 April 2026 19:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kesejahteraan petani di era pemerintahan Presiden Prabowo semakin membaik. Hal itu terlihat dari kenaikan harga gabah yang diterima petani.
Kenaikan ini seperti dirasakan oleh Fachrudin, petani di Desa Panyingkiran, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
"Kalau di sini harga gabah basah sehabis di-combine sekitar Rp 660.000- 680.000 per kwintal. Kalau gabah kering bisa Rp 700.000 sampai Rp 800.000 per kwintal," kata Ketua Kelompok Tani Hujung ini.
Baca juga : Amerika Kerahkan Kapal Perang, Timteng Membara
Ia mengaku harga gabah di era Prabowo lebih tinggi dibanding sebelumnya. Terlebih pada musim penghujan.
"Sebelum Prabowo, ya di bawah Rp 650.000/kwintal, dapat Rp 500.000 itu udah paling bagus. Saya aja kalau musim penghujan paling tinggi Rp 470.000-480.000 per kwintal," terangnya.
Tak hanya itu, Fachrudin juga menyebut distribusi pupuk subsidi jauh lebih lancar dan murah saat ini. Kemudahan ini membuat petani seperti dirinya tak perlu antre dan kebingungan saat musim tanam.
Baca juga : Barcelona Dekati Juara, Atletico Bangkit di Tengah Sengitnya La Liga
"Lebih lancar, harga lebih murah, dan nggak ribet sekarang. Dulu sampai antre dan bikin surat-surat, sekarang mah lebih enteng," ujarnya.
Menurutnya, dengan fasilitasi pupuk subsidi yang lancar seperti itu produksi padi miliknya stabil dan tanpa kendala. Bahkan, kini ada peningkatan pendapatan.
"Produksi padi hampir sama, stabil, dan rata, Pak. Tapi kalau penghasilan dari segi uang lebih banyak sekarang, karena ada peningkatan harga (gabah)," jelas Fachrudin.
Baca juga : Golkar Gelar Paskah 2026, Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Bagi Semua Golongan
Oleh karena itu, dia menyatakan kesejahteraan petani kini bisa dikatakan lebih baik. Meskipun ada inflasi, tapi setidaknya kehidupan sehari-hari relatif lebih baik.
"Alhamdulillah lebih baik, Pak. Cuma mungkin karena ada geger perang atau gimana, sehingga ada kenaikan harga. Kalau seandainya tidak ada perang itu pasti banyak petani yang membangun atau rehab rumah di kampung, dijamin tah," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya