Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- BPK Hormati Proses Hukum KPK, Pegawai Terlibat Akan Disidang Etik
- Kejagung Ungkap Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Terima Suap Rp 4,3 Miliar
- Pramono Sediakan Ruang Nobar Piala Dunia, Asal Jangan Ganggu Jam Kerja
- KPK Sita Rp 200 Juta dan Mobil SUV dari Kasus Suap Audit BPK
- Nama Disebut di Sidang Bea Cukai, Ini Klarifikasi Raffi Ahmad
GoTo Kantongi Laba Bersih Rp 171 Miliar di Kuartal I-2026
Rabu, 29 April 2026 20:19 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) mengantongi laba bersih untuk pertama kali sebesar Rp 171 miliar pada kuartal I-2026, dibandingkan dengan rugi bersih Rp 367 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan bersih tumbuh 26 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 5,3 triliun seiring dengan pertumbuhan GTV inti grup sebesar 65 persen yoy menjadi Rp 138 triliun, dengan total GTV naik menjadi Rp 236 triliun, meningkat 63 persen yoy.
Direktur Utama Grup GoTo Hans Patuwo mengatakan, pencapaian laba bersih untuk pertama kalinya dalam sejarah GoTo ini menjadi momen penting bagi perusahaan.
“Capaian ini mencerminkan kerja keras tim selama bertahun-tahun dalam mendorong pertumbuhan pendapatan, mengelola biaya secara disiplin, dan menciptakan nilai nyata bagi pelanggan, konsumen, mitra pengemudi dan mitra usaha,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (29/4/2026).
Hans menyatakan, kinerja perusahaan berlanjut seiring dengan upaya perusahaan dalam mengakselerasi pertumbuhan melalui pengembangan produk yang sesuai kebutuhan pelanggan, melalui investasi secara berkelanjutan pada kemampuan bisnis yang akan membantu target perusahaan.
Baca juga : Laba Bersih ANTAM Melejit 58 Persen Jadi Rp 3,66 Triliun pada Kuartal I-2026
“Kami berada dalam posisi yang baik untuk menghadapi situasi global saat ini, dan percaya bahwa GoTo dapat tetap memberikan layanan terbaik kepada jutaan masyarakat Indonesia,” katanya.
Hans menyebut, GoTo mencapai titik ini berkat dukungan jutaan mitra driver di seluruh Indonesia.
Pihaknya juga berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan, mendukung kesejahteraan, serta memperkuat berbagai dukungan yang dapat kami berikan kepada mitra driver.
Sementara itu, Direktur Keuangan Grup GoTo Simon Ho menambahkan, pencapaian ini mencerminkan operating leverage yang kini tertanam secara struktural dalam bisnis perusahaan.
“Pertumbuhan pendapatan melebihi pertumbuhan biaya secara signifikan, baik di bisnis Fintech maupun On-demand Services,” tuturnya.
Baca juga : Volume Pengupasan Lahan Samindo Resources Naik 10 Persen pada Kuartal I-2026
Untuk biaya layanan, GoTo juga menurun seiring dengan strategi teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mulai membuahkan hasil.
“Kami memasuki sisa tahun ini dengan arus kas bebas yang disesuaikan positif dan neraca keuangan yang kuat, menegaskan kembali pedoman EBITDA yang disesuaikan untuk setahun penuh sebesar Rp 3,2 hingga Rp 3,4 triliun,” ujarnya.
Selanjutnya imbalan jasa e-commerce GoTo dari PT Tokopedia mencapai Rp 288 miliar. GoTo terus meningkatkan kemampuan teknologinya, memperkenalkan program AI baru yang menyatukan semua inisiatif AI di bawah satu strategi yang berfokus pada pelanggan.
Program ini akan menurunkan biaya layanan, meningkatkan interaksi dan konversi pengguna.
Pengguna Bertransaksi Bulanan (MTU) fintech meningkat sebesar 33 persen yoy menjadi 27,5 juta, mendorong lebih dari dua miliar transaksi pada kuartal I-2026, naik 84 persen yoy tumbuh 72 persen yoy menjadi Rp 131 triliun.
Baca juga : Laba Bersih Samator Indo Gas Melesat 4,5 Kali Lipat pada Kuartal I-2026
“Capaian ini didorong oleh peningkatan berkelanjutan pada segmen pembayaran konsumen serta pertumbuhan yang solid pada jumlah pengguna dan transaksi,” ujar Simon.
Pendapatan bersih tumbuh 58 persen yoy menjadi Rp1,9 triliun, didorong oleh akuisisi pengguna yang solid, pertumbuhan yang kuat di segmen bisnis pembayaran, dan nilai buku pinjaman yang tumbuh berkelanjutan.
Selanjutnya, aplikasi GoPay terus mendorong pertumbuhan nilai buku pinjaman yang mencapai Rp 9,9 triliun, meningkat 59 persen yoy.
Kualitas kredit tetap konsisten, menunjukkan tata kelola risiko GoTo yang berbasis data mampu mendukung pertumbuhan sambil memastikan risiko kredit tetap terjaga.
GTV On-demand Services tumbuh 4 persen yoy menjadi Rp16,3 triliun, sedangkan pendapatan bersih tumbuh 12 persen yoy mencapai Rp 3,4 triliun, didorong oleh perubahan bauran produk dan rasionalisasi belanja insentif.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya