Dark/Light Mode

Kredit Tumbuh 20,1 Persen, BNI Kantongi Laba Bersih 5,6 Triliun

Kamis, 30 April 2026 06:35 WIB
Tiga direksi Bank Negara Indonesia (BNI), yakni Direktur Utama Putrama Wahju Setyawan (tengah), Direktur Finance and Strategy Hussein Paolo Kartadjoemena (kanan) dan Direktur Risk Management David Pirzada, berbincang saat menghadiri acara paparan kinerja BNI kuartal I-2026 di Jakarta, Rabu (29/4/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/tom)
Tiga direksi Bank Negara Indonesia (BNI), yakni Direktur Utama Putrama Wahju Setyawan (tengah), Direktur Finance and Strategy Hussein Paolo Kartadjoemena (kanan) dan Direktur Risk Management David Pirzada, berbincang saat menghadiri acara paparan kinerja BNI kuartal I-2026 di Jakarta, Rabu (29/4/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/tom)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatat kinerja solid di tengah ketidakpastian geopolitik global. Bank pelat merah ini mengantongi laba bersih sebesar Rp 5,6 triliun pada kuartal I-2026. Capaian ini buah hasil kedisiplinan mengelola risiko.

Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan menegaskan, dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global, perseroan optimistis mampu menunjukkan ketahanan fundamental solid yang dibangun selama bertahun-tahun. 

Hal ini tercermin dari kondisi permodalan dan likuiditas yang kuat. Kemudian, kualitas aset yang tetap resilient berkat diiringi oleh level pencadangan yang memadai untuk menjaga profil risiko tetap terjaga. 

Selain itu, perseroan senantiasa tetap menerapkan langkah antisipatif dan kesigapan untuk memastikan BNI dapat melewati ketidakpastian kondisi global yang masih berlangsung. 

Baca juga : Airlangga Cs Benahi Regulasi Dan Perizinan

“BNI terus menjaga momentum pertumbuhan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta disiplin dalam pengelolaan risiko di tengah dinamika global yang penuh tantangan,” ujar Putrama di Jakarta, Rabu (29/4/2026). 

Sebagai upaya untuk memperkuat pondasi permodalan, imbuh Putrama, BNI mengambil langkah proaktif dengan melakukan penerbitan instrumen Additional Tier-1 (AT1) sebesar 700 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 11,9 triliun pada April 2026. 

Sejalan dengan strategi tersebut, BNI tengah menjalankan transformasi bisnis yang difokuskan pada wilayah, area, dan cabang, melalui inisiatif BRAVE (Branch, Region, Area, Value, Empowerment). 

Transformasi tersebut mulai dijalankan pada kuartal IV-2025 dengan model implementasi kapabilitas yang dilakukan secara bertahap. 

Baca juga : Rekor Gol Di Semifinal Liga Champions, PSG Vs Bayern Kayak Main Futsal

“Dengan implementasi BRAVE, pertumbuhan kredit dan CASA (Current Account Saving Account) dapat tumbuh secara berkualitas dan berkelanjutan,” harap Putrama. 

Dan kemudian diikuti peningkatan market share BNI di in­dustri perbankan, yang berujung pada meningkatnya produktivitas cabang-cabang BNI yang berjumlah lebih dari 1.700 cabang di seluruh Indonesia. 

Sekitar 6 bulan setelah inisiatif BRAVE dimulai, emiten berkode saham BBNI ini berhasil mencatatkan pertumbuhan bisnis yang melampaui rata-rata industri, baik dari sisi penyaluran kredit maupun penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK). 

Putrama menyebutkan, hingga Maret 2026, tercatat kredit BNI tumbuh 20,1 persen secara year on year (yoy), ditopang oleh struktur pendanaan CASA yang semakin kuat dengan pertumbuhan 26,6 persen secara yoy, sehingga mampu menopang efisiensi biaya dana (cost of funds) di tengah kondisi dinamika pasar yang penuh tantangan. 

Dukung Pertumbuhan Inklusif 

Baca juga : Motor Yamaha Bermasalah, Quartararo Ogah Pasang Target

Putrama menegaskan, perseroan sebagai bank nasional yang memiliki kapabilitas global berperan sebagai kontributor aktif bagi ekonomi nasional yang tidak hanya sebagai lembaga intermediasi. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.