Dark/Light Mode

Hadapi Karhutla 2026, APP Group Perkuat Deteksi Dini dan Sinergi

Rabu, 6 Mei 2026 13:48 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago (tengah), Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (kiri) dan Direktur APP Group Suhendra Wiriadinata (kanan). (Foto: APP)
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago (tengah), Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (kiri) dan Direktur APP Group Suhendra Wiriadinata (kanan). (Foto: APP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kolaborasi lintas sektor dan penguatan deteksi dini menjadi fokus utama dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau 2026 yang diperkirakan lebih kering akibat fenomena El Niño.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karhutla Nasional 2026 di Griya Agung, Palembang, yang diikuti sekitar 1.600 personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, instansi pemerintah, dunia usaha, serta masyarakat peduli api.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini berlangsung bertahap sejak April dengan puncak pada Agustus, sementara fenomena El Niño diprediksi berkembang pada Juli hingga September 2026 yang berpotensi meningkatkan risiko karhutla.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago menegaskan, pentingnya sinergi seluruh pihak dalam mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah Sumatera Selatan yang memiliki karakteristik lahan gambut dan riwayat kebakaran berulang.

Baca juga : RI Jajaki Kerja Sama Pupuk Di Laos, Perkuat Ketahanan Pangan Regional

“Pengendalian karhutla harus dilakukan lebih dini, lebih cepat, terpadu, dan tegas dengan mengutamakan pencegahan sebelum api meluas,” ujarnya.

Pemerintah juga mereaktivasi Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla Nasional 2026 untuk memperkuat koordinasi, pemantauan, hingga penegakan hukum secara nasional.

Di sisi lain, APP Group bersama mitra pemasoknya di Sumatera Selatan turut menunjukkan kesiapan dalam menghadapi musim kemarau melalui pendekatan Integrated Fire Management (IFM) yang menitikberatkan pada pencegahan, persiapan, deteksi dini, dan respons cepat.

Direktur APP Group, Suhendra Wiriadinata mengatakan, kolaborasi menjadi kunci utama dalam mencegah karhutla.

Baca juga : Hari Kartini 2026, Srikandi PLN EPI Berbagi Kebahagiaan di Panti Asuhan Tebet

“Pencegahan kebakaran hutan dan lahan tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, aparat, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

APP Group dan mitranya juga menyiagakan berbagai sumber daya, mulai dari regu pemadam, tim reaksi cepat, hingga dukungan teknologi seperti drone, Automatic Weather Station (AWS), dan sistem pemantauan berbasis satelit yang terintegrasi.

Selain itu, upaya pencegahan dilakukan melalui program Desa Makmur Peduli Alam (DMPA) yang telah berjalan di 31 desa, melibatkan masyarakat melalui kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk patroli terpadu, sosialisasi, dan pengelolaan lahan tanpa bakar.

Untuk mendukung deteksi dini, sistem pemantauan diperkuat dengan puluhan menara api, pos pantau, serta situation room yang beroperasi 24 jam secara real-time.

Baca juga : SOKSI Gelar Rakernas 2026, Perkuat Dukungan ke Prabowo-Gibran

Dengan kesiapan sumber daya dan penguatan kolaborasi lintas sektor, diharapkan potensi karhutla pada musim kemarau 2026 dapat diantisipasi sejak dini, terutama di tengah ancaman El Niño yang diperkirakan meningkatkan risiko kebakaran.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.