Dark/Light Mode

IHSG-Rupiah Sama-sama Menguat

Jumat, 8 Mei 2026 08:02 WIB
Rupiah dan dolar AS. (Foto: Khairizal Anwar/RM
Rupiah dan dolar AS. (Foto: Khairizal Anwar/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Pasar keuangan domestik kompak menghijau sepanjang perdagangan kemarin. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah sama-sama menguat.

Pada perdagangan Kamis (7/5/2026), IHSG dibuka menguat 68,32 poin atau 0,96 persen ke posisi 7.160,79 dari sebelumnya berada di level 7.102 saat penutupan perdagangan Rabu (6/5/2026).

Kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 ikut melesat 1,60 persen ke posisi 693,788. Adapun nilai transaksi harian tercatat mencapai Rp 22,57 triliun dengan volume perdagangan 41,9 miliar saham.

Penguatan berlanjut hingga sesi pertama perdagangan. Sampai jeda siang, IHSG tercatat naik 25,51 poin atau 0,39 persen ke posisi 7.117,98.

Baca juga : IHSG Dibuka Hijau Di Level 7.160, Mayoritas Saham Bergerak Menguat

Meski sempat bergerak fluktuatif, indeks tetap bertahan di zona hijau hingga penutupan perdagangan. IHSG akhirnya ditutup menguat 1,14 persen ke level 7.174,32.

Sentimen positif di pasar saham juga sejalan dengan penguatan rupiah terhadap dolar AS. Pada perdagangan Kamis pagi, rupiah dibuka di kisaran Rp 17.325 per dolar AS, menguat 0,35 persen dibanding penutupan perdagangan Rabu (6/5/2026) di level Rp 17.380 per dolar AS.

Berdasarkan data Refinitiv, mata uang Garuda sempat menguat 0,46 persen ke posisi Rp 17.300 per dolar AS. Rupiah kemudian ditutup menguat 0,29 persen ke posisi Rp 17.330 per dolar AS.

Penguatan itu melanjutkan tren positif sehari sebelumnya, ketika rupiah ditutup naik 0,17 persen ke posisi Rp 17.380 per dolar AS pada Rabu (6/5/2026).

Baca juga : Rupiah Menguat Tipis Ke Rp 17.330

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede menilai, pergerakan positif IHSG dan rupiah tak lepas dari sinyal deeskalasi konflik di Timur Tengah. Iran disebut sedang meninjau proposal perdamaian Amerika Serikat (AS).

Meredanya ketegangan di Timur Tengah antara AS dan Iran, seiring dukungan pemerintah China terhadap gencatan senjata, turut menjadi sentimen positif bagi pasar. “Kondisi tersebut mendorong mayoritas mata uang global menguat terhadap dolar AS, termasuk rupiah,” kata Josua, Kamis (7/5/2026).

Senada disampaikan Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim. Menurut dia, penguatan IHSG ditopang oleh koreksi harga minyak mentah dan kesepakatan damai AS dengan Iran.

“Optimisme akan segera tercapainya kesepakatan damai antara AS dengan Iran telah mendorong berlanjutnya koreksi harga minyak jenis WTI dan Brent hingga di bawah level 100 dolar AS per barel,” ujar Ratna, Kamis (7/5/2026).

Baca juga : Rupiah Tembus 17.300, Pengusaha Cenat-cenut

Menurut dia, koreksi harga minyak mentah global mendorong redanya kekhawatiran terhadap meningkatnya inflasi dan pelebaran defisit anggaran apabila AS dan Iran benar-benar sepakat mengakhiri perang serta harga minyak melanjutkan pelemahan.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menilai, nilai tukar rupiah saat ini masih lebih lemah dibanding kondisi fundamental ekonomi Indonesia. Demi menjaga stabilitas rupiah, BI telah menyiapkan tujuh langkah.

Ketujuh langkah tersebut meliputi intervensi besar-besaran di pasar valas, mendorong masuknya modal asing lewat SRBI, membeli SBN di pasar sekunder, menjaga likuiditas perbankan, memperketat pembelian dolar tanpa underlying, memperbesar intervensi di pasar offshore non-deliverable forward (NDF), hingga memperketat pengawasan pembelian dolar oleh bank dan korporasi.

“Kami terus akan melakukan intervensi untuk menstabilkan rupiah baik di dalam negeri maupun dari luar negeri,” tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.