Dark/Light Mode

Pendampingan PNM Jadi Ruang Tumbuh Usaha Ibu-Ibu Prasejahtera

Kamis, 14 Mei 2026 17:19 WIB
Foto: PNM.
Foto: PNM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Di balik tumbuhnya jutaan usaha ultra mikro di Indonesia, terdapat proses pendampingan panjang yang dilakukan langsung hingga ke tingkat akar rumput.

Bagi banyak perempuan prasejahtera, akses terhadap layanan keuangan sebelumnya kerap terasa jauh, rumit, bahkan menimbulkan rasa takut untuk memulai usaha.

Situasi tersebut perlahan berubah melalui pendekatan pemberdayaan yang dijalankan PT Permodalan Nasional Madani.

Tidak hanya menghadirkan pembiayaan tanpa agunan, PNM juga membangun ruang belajar dan pendampingan intensif bagi perempuan prasejahtera agar mampu mengembangkan usaha secara bertahap dan berkelanjutan.

Pendampingan dilakukan langsung oleh puluhan ribu Account Officer (AO) PNM yang setiap minggu turun ke lapangan menemui nasabah di teras rumah, balai warga, hingga lingkungan perkampungan.

Baca juga : Garuda Pede Kinerja 2026 Makin Moncer

Kehadiran para AO bukan sekadar menyalurkan modal, melainkan mendampingi proses tumbuhnya keberanian, disiplin usaha, hingga kemandirian ekonomi keluarga.

Melalui pertemuan kelompok rutin, para nasabah mendapat kesempatan belajar mengelola usaha, memahami tanggung jawab keuangan, serta membangun kepercayaan diri dalam menjalankan usaha ultra mikro yang menjadi penopang kehidupan keluarga sehari-hari.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari model pemberdayaan sosial yang dijalankan PNM di berbagai daerah Indonesia.

Hingga kini, PNM telah hadir di hampir seluruh provinsi melalui 3.655 kantor layanan yang menjangkau sekitar 22,9 juta pengusaha ultra mikro dari Sabang hingga Merauke.

Skala pendampingan yang luas itu menunjukkan bahwa layanan keuangan bagi masyarakat prasejahtera tidak cukup hanya melalui penyaluran modal.

Baca juga : Pendanaan Asing Berisiko Pengaruhi Ruang Publik dan Picu Polarisasi

Dibutuhkan kehadiran langsung di tengah masyarakat agar proses pembiayaan berjalan aman, produktif, dan mampu menciptakan dampak sosial yang nyata.

Karena itu, struktur biaya layanan PNM juga mencakup proses pendampingan lapangan yang dilakukan secara intensif dan berkelanjutan.

Di dalamnya terdapat edukasi sederhana mengenai pengelolaan usaha, penguatan kelompok usaha perempuan, hingga kunjungan rutin AO untuk memastikan usaha nasabah berkembang secara bertanggung jawab.

Model pendampingan tersebut dinilai menjadi salah satu pembeda utama PNM dibanding layanan keuangan konvensional lainnya.

Fokus yang dibangun bukan hanya akses modal, tetapi juga menciptakan ruang tumbuh bagi perempuan prasejahtera agar mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga secara bertahap.

Baca juga : Pimpinan MPR Tinjau Kesiapan IKN, Bahas Rencana Perpindahan Lembaga

Dengan semangat #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, banyak nasabah menilai kehadiran AO bukan sekadar petugas lapangan, melainkan sahabat belajar yang mendengarkan persoalan usaha dan memberikan motivasi di tengah berbagai keterbatasan ekonomi masyarakat kecil.

Melalui pendekatan pemberdayaan yang konsisten, PNM berupaya menghadirkan layanan keuangan yang lebih inklusif sekaligus memperkuat dampak sosial bagi jutaan perempuan pengusaha ultra mikro di Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.