Dark/Light Mode

Penerima PKH Jadi Anggota, Kopdes di Pasuruan Tumbuh Pesat

Rabu, 11 Maret 2026 15:05 WIB
Menteri Koperasi Ferry Juliantono (Foto: Dok. Bakom RI)
Menteri Koperasi Ferry Juliantono (Foto: Dok. Bakom RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tumbuh pesat berkat kolaborasi yang dilakukan Kementerian Koperasi dan Kementerian Sosial. 

Dua kementerian ini membuat terobosan dengan mendorong para penerima Program Keluarga Harapan (PKH) yang merupakan masyarakat miskin, menjadi anggota Koperasi Merah Putih. Terobosan ini membuat anggota koperasi meningkat signifikan.

“Awalnya anggota Koperasi Desa di Jawa Timur hanya 8 ribu orang. Per hari ini, sudah 150 ribu. Ditambah dengan penerima manfaat (PKH) didorong menjadi anggota, tambahannya ada 4 juta,” kata Menteri Koperasi Ferry Juliantono, pada acara Kolaborasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan Program Keluarga Harapan, di Gerai KDMP Gejugjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (10/3/2026), seperti keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.

Jika diterapkan di seluruh Indonesia, Ferry yakin jumlah anggota koperasi akan sangat masif. Keanggotaan koperasi juga memungkinkan masyarakat miskin untuk berinvestasi dan berpeluang untuk bisa keluar dari jerat kemiskinan.

Baca juga : Menperin: Ramadan Dan Idul Fitri Pacu Pertumbuhan Industri Halal

“Mereka bisa dapatkan sisa hasil usaha yang menjadi tambahan pendapatan,” ujar Ferry.

Melalui skema koperasi, masyarakat yang menjadi anggota bisa mendapatkan keuntungan dari sisa hasil usaha setiap tahunnya. 

Khusus di KDMP Gejugjati, Kementerian Koperasi akan mencoba membebaskan iuran pokok sebesar Rp 40 ribu bagi para anggotanya. Para anggota cukup membayar luran wajib Rp 10 ribu per bulan.

Serap Produk UMKM

Baca juga : Lamine Yamal Jadi Pahlawan, Barcelona Tahan Imbang Newcastle

Ke depan, Ferry juga berharap produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bisa diserap Koperasi Merah Putih. Dia yakin produk UMKM di daerah sangat beragam. Mulai dari kecap, saus, sabun, sampo, deterjen, roti, dan produk lain.

“Kami akan siap mengurasi, menginkubasi, bahkan membiayai produk-produk UMKM lokal. Dan kita akan prioritaskan untuk dijual di gerai-gerai Koperasi Merah Putih,” kata Ferry.

Ia menekankan, arahan Presiden Prabowo Subianto bahwa koperasi harus menjadi offtaker atau pihak yang siap menyerap hasil produksi UMKM. Baik itu produk tanaman pangan, peternakan, perikanan, kuliner, atau kerajinan.

Selanjutnya, pergudangan yang ada di setiap Koperasi Merah Putih juga akan dilengkapi dengan peralatan yang memungkinkan agar hasil produk masyarakat desa bisa diserap melalui Koperasi Merah Putih.

Baca juga : Arsenal Kokoh di Puncak, Man United Tembus 3 Besar

“Saya berharap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini bisa menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat dari desa. Kita bangun kekuatan ekonomi bersama menuju kemandirian,” kata Ferry.

Saat ini, sebanyak 32 ribu Koperasi Merah Putih sedang dibangun di seluruh Indonesia. Sebanyak 2.200 gerai sudah selesai 100 persen. 

“Jadi, dengan 32.000 yang sekarang sedang dibangun, insyaallah 2 atau 3 bulan nanti bisa rampung. Dan yang sudah selesai per hari ini sekitar 2.200 itu sudah mulai dipersiapkan untuk operasionalnya,” kata Ferry.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.