Dark/Light Mode

Bantu Ekonomi Warga Rorotan, Mandiri Utama Finance Kembangkan Bank Sampah

Senin, 18 Mei 2026 22:33 WIB
Corporate Secretary & Legal Division Head Mandiri Utama Finance Elisabeth Lidya Sirait menghadiri peluncuran program bank sampah di Rorotan, Jakarta Utara, Senin (18/5/2026). Dok. MUF
Corporate Secretary & Legal Division Head Mandiri Utama Finance Elisabeth Lidya Sirait menghadiri peluncuran program bank sampah di Rorotan, Jakarta Utara, Senin (18/5/2026). Dok. MUF

RM.id  Rakyat Merdeka - Mandiri Utama Finance (MUF) menyalurkan bantuan pengembangan program bank sampah di Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara. Program tersebut dijalankan bersama Yayasan Kumala dan Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara sebagai bagian dari upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Kegiatan itu mendapat respons positif dari warga karena tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang tambahan penghasilan dari pengelolaan sampah rumah tangga.

Dalam program tersebut, MUF membantu penyediaan sarana dan prasarana bank sampah bagi masyarakat. MUF juga memberikan edukasi pengelolaan keuangan agar hasil pengolahan sampah dapat dimanfaatkan secara produktif dan berkelanjutan.

Corporate Secretary & Legal Division Head Mandiri Utama Finance Elisabeth Lidya Sirait mengatakan, program bank sampah di Rorotan menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Kami ingin kontribusi ini memberi manfaat lingkungan sekaligus membantu kesejahteraan masyarakat,” ujar Elisabeth Lidya Sirait dikutip usai acara, Senin (18/6/2026).

Baca juga : Menkop Dorong Merek Kolektif Jadi Jaminan Kredit Perbankan

Menurut Elisabeth, pengelolaan sampah berbasis masyarakat membutuhkan kolaborasi banyak pihak agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Dia menilai, kerja sama antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dapat menjadi kekuatan penting untuk menciptakan perubahan sosial dan lingkungan yang lebih baik.

Program tersebut juga diharapkan mendorong masyarakat lebih aktif memilah sampah rumah tangga, terutama sampah anorganik seperti plastik dan kertas yang memiliki nilai ekonomi. Sampah yang telah dipilah nantinya dapat ditabung melalui bank sampah untuk memberikan manfaat finansial bagi warga.

Selain membantu mengurangi volume sampah lingkungan, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat dan memperkuat kemandirian ekonomi warga sekitar.

Sebagai bagian dari peluncuran program, MUF menggelar kegiatan seremonial yang dihadiri Ketua Yayasan Kumala Dindin Komarudin, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara Edy Mulyanto, Lurah Rorotan, serta perwakilan Ketua Rukun Warga (RW) dan Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat.

Baca juga : Presiden: Hilirisasi Jalan Menuju Kebangkitan Bangsa

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara Edy Mulyanto mengatakan, program bank sampah menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah berbasis masyarakat di wilayah Rorotan.

Menurutnya, masyarakat diajak mulai mengelola sampah langsung dari rumah melalui proses pemilahan dan pemanfaatan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi.

“Program ini membantu mengurangi beban sampah sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi warga,” katanya.

Edy menjelaskan, program bank sampah juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Dia menilai pengelolaan sampah berbasis komunitas menjadi langkah penting untuk membantu mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang.

Baca juga : Kejar Target E20 Pada 2028, Pertamina Ngebut Kembangkan Bioetanol

Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu membangun kebiasaan baru masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah rumah tangga secara lebih tertib dan berkelanjutan.

Ketua Yayasan Kumala Dindin Komarudin mengatakan kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan program lingkungan berbasis komunitas.

Menurut dia, program bank sampah tidak hanya berbicara soal kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Melalui program tersebut, warga diharapkan semakin terbiasa mengelola sampah secara mandiri sekaligus memahami nilai ekonomi dari sampah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan.

Mandiri Utama Finance berharap program bank sampah di Rorotan dapat menjadi langkah awal membangun budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat sekaligus menjadi contoh kolaborasi pengelolaan sampah berbasis komunitas di wilayah perkotaan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.