Dark/Light Mode

BSI Libatkan Puluhan UMKM Binaan Produksi Perlengkapan Jemaah Haji Indonesia

Selasa, 19 Mei 2026 15:39 WIB
UMKM binaan BSI yang turut memproduksi perlengkapan jemaah haji Indonesia. (Foto: Dok. BSI)
UMKM binaan BSI yang turut memproduksi perlengkapan jemaah haji Indonesia. (Foto: Dok. BSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI melibatkan puluhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan dalam produksi perlengkapan jemaah haji Indonesia. Mulai dari kain ihram, mukena, batik haji hingga tas serut yang digunakan jemaah tahun ini diproduksi oleh para perajin dalam negeri, terutama dari sentra UMKM di Pekalongan, Jawa Tengah dan Bandung, Jawa Barat.

Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy mengatakan, langkah ini menjadi bagian dari upaya BSI membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif.

Sekaligus mendorong UMKM Indonesia naik kelas dan mampu menembus pasar global melalui produk-produk berkualitas berstandar internasional.

“Keterlibatan UMKM dalam penyediaan kebutuhan jamaah haji tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan industri halal dan budaya Indonesia di panggung dunia,” katanya di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Menurut Kemas, BSI tidak hanya hadir sebagai bank penerima setoran haji terbesar di Indonesia, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi umat.

Baca juga : Skema Murur Disiapkan Demi Keselamatan Jemaah Haji

“Kami ingin perjalanan ibadah haji memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM lokal,” ujarnya.

BSI konsisten mendukung pengembangan UMKM melalui berbagai program strategis. Mulai dari pendampingan usaha, peningkatan kapasitas bisnis, pelatihan kewirausahaan, fasilitasi sertifikasi halal, hingga membuka akses business matching ke pasar internasional.

Tahun ini, dari sekitar 203 ribu jemaah haji Indonesia yang berangkat ke Tanah Suci, sebanyak 83,5 persen atau sekitar 169 ribu jemaah melakukan pelunasan haji melalui BSI..

“Untuk memenuhi kebutuhan jamaah tersebut, BSI menyediakan sekitar 104 ribu mukena, 85 ribu kain ihram, dan sekitar 190 ribu potong kain batik yang dibagikan kepada calon jemaah haji Indonesia,” ujar Kemas.

Selain itu, BSI juga menyediakan tas serut untuk mendukung kenyamanan jamaah selama beribadah di Tanah Suci.

Baca juga : Kapolri Beberkan Inovasi Polri Manfaatkan Dan Tingkatkan Produksi Pertanian

Seluruh pengadaan tersebut dikerjakan bersama 37 UMKM binaan yang telah melalui proses kurasi ketat sesuai standar dan spesifikasi yang ditetapkan Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.

Tidak hanya mendukung kebutuhan perlengkapan ibadah, BSI juga menunjukkan kepeduliannya terhadap jemaah lanjut usia dan berkebutuhan khusus dengan mengirimkan 600 kursi roda yang akan digunakan pada fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

“Dukungan tersebut diharapkan membantu jemaah menjalankan rangkaian ibadah dengan lebih aman, nyaman, dan lancar,” harapnya.

Kemas menegaskan, keterlibatan UMKM dalam ekosistem haji nasional diyakini mampu menciptakan multiplier effect yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, memperkuat industri halal nasional, sekaligus memperluas eksposur produk budaya Indonesia di level global.

BSI terus memperkuat dukungan terhadap UMKM melalui berbagai inisiatif strategis seperti pengembangan layanan BSI UMKM Center, pendampingan sertifikasi halal, pelatihan usaha, hingga fasilitasi akses pasar dan pembiayaan.

Baca juga : Terminal Ajyad Siapkan Jalur Khusus Kursi Roda & Jemaah Lansia

“Perseroan juga akan terus memperkuat kontribusi terhadap program Asta Cita Pemerintah, melalui pengembangan pembiayaan segmen ritel dan UMKM guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” ucapnya.

Salah satu pelaku UMKM yang terlibat dalam produksi batik haji nasional, Ahmat Failasuf mengaku bangga mendapatkan kepercayaan untuk memproduksi batik resmi jamaah haji Indonesia.

“Kami bersyukur dan bangga mendapatkan amanah untuk memproduksi batik haji Indonesia. Ini bukan sekadar produksi kain, tetapi juga membawa identitas bangsa Indonesia ke Tanah Suci,” ucapnya.

Ahmat mengungkapkan, pengalaman hampir tiga dekade di industri batik menjadi modal penting dalam menjaga kualitas dan kepercayaan tersebut.

“Batik Indonesia akan menjadi identitas dan pembeda jemaah Indonesia di tengah jutaan jemaah dari berbagai negara di dunia,” katanya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.