Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Around the World, Around the Clock
Nilai Tukar Nyaris Rp 17.900, BI Pastikan All Out Jaga Rupiah
Jumat, 29 Mei 2026 17:07 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Bank Indonesia (BI) memastikan akan terus all out menjaga kestabilan mata uang Garuda, di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang kini nyaris menyentuh Rp 17.900.
Dalam periode libur dan cuti bersama Idul Adha 1447 Hijriah, pelemahan rupiah sempat menyentuh angka tertinggi Rp 17.905 per dolar AS pada Jumat (29/5/2026) pukul 14.00 WIB, dan ditutup pada level Rp 17.881 per dolar AS.
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso mengatakan, tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih dipengaruhi oleh berlanjutnya ketidakpastian global akibat perkembangan konflik di Timur Tengah. Di samping terdapat peningkatan kebutuhan valas secara musiman, antara lain untuk pembayaran ULN dan repatriasi dividen, di tengah arus masuk dolar AS yang terbatas.
Baca juga : Ditunjuk Jadi Wakil TPN, Andi Gani Pastikan All Out Menangkan Ganjar
"Sebagaimana disampaikan Bapak Gubernur Bank Indonesia pada kesempatan sebelumnya, Bank Indonesia terus berkomitmen hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, around the world, around the clock," kata Ramdan dalam keterangannya, Jumat (29/5/2026).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui mengoptimalkan intervensi pasar valas melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian SBN di pasar sekunder secara konsisten dan terukur.
Selain itu, Bank Indonesia juga terus memperkuat efektivitas bauran kebijakan moneter melalui penguatan struktur suku bunga instrumen moneter yang pro-market, demi menjaga daya tarik aset keuangan domestik dan mendukung masuknya aliran modal asing.
Dari sisi permintaan dolar AS, Bank Indonesia juga telah menetapkan threshold tunai beli valas terhadap Rupiah tanpa underlying menjadi 25.000 dolar AS per pelaku per bulan, yang akan berlaku mulai Juni 2026," papar Ramdan.
Ramdan memastikan, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan otoritas terkait untuk mendukung stabilitas pasar keuangan dan nilai tukar, antara lain melalui penguatan pengawasan terhadap bank dan korporasi dengan aktivitas pembelian dolar AS yang tinggi.
"Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik, serta senantiasa hadir di pasar dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur. Demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendukung ketahanan eksternal perekonomian Indonesia," pungkasnya.
Baca juga : PLN Indonesia Power Borong TOP CSR Awards 2026, ESG Jadi DNA Perusahaan
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya