Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Keren, Adam Alis Bisa Bersaing Bareng Cristiano Ronaldo
- Eriksen Kembali Kolaps, Laga Denmark Vs Ukraina Dihentikan
- Gempa M7,7 Guncang Mindanao Filipina, Tsunami Kecil Terdeteksi di Sulut & Malut
- Dramatis! Garuda Muda Lolos ke Semifinal ASEAN U-19 2026
- Peduli Sejak Dini, Siswa JIS Buat Proyek Air Bersih Water Guardian untuk Warga
Turunkan 10 Persen Harga Avtur, Pertamina Jaga Daya Saing Industri Aviasi
Senin, 8 Juni 2026 06:40 WIB
Sebelumnya
“Kami memastikan pasokan avtur tetap dalam kondisi aman dan andal di seluruh jaringan Aviation Fuel Terminal, guna mendukung kelancaran operasional penerbangan domestik, maupun internasional,” katanya.
Ke depan, pihaknya akan terus memantau perkembangan pasar energi global dan berkoordinasi dengan Pemerintah, untuk memastikan layanan energi penerbangan yang andal, kompetitif dan berkelanjutan dalam mendukung konektivitas udara nasional.
Menanggapi ini, pengamat penerbangan Gatot Rahardjo mengungkapkan, penurunan harga avtur pada Juni ini menjadi salah satu hal yang diantisipasi Pemerintah, dengan menerbitkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 1041 Tahun 2026. Aturan ini mengatur tentang Besaran Biaya Tambahan (Surcharge) atau Fuel Surcharge pada tarif tiket penumpang pesawat pelayanan kelas ekonomi angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri.
“Jadi, biaya tambahan avtur (fuel surcharge) disesuaikan dengan naik turunnya harga avtur,” jelas Gatot kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : Gubernur Pantau Langsung Ke Lapangan, 95 Persen Pengunjung Puas CFD Rasuna Said
Artinya, tegas Gatot, ketika harga avtur rata-rata nasional turun, maka dampaknya langsung terlihat pada fuel surcharge-nya yang langsung turun untuk menyesuaikan.
Walaupun harga avtur akan fluktuatif tiap bulan, ia berharap, kondisi ini dapat menjaga daya saing industri penerbangan dalam negeri.
Menurutnya, untuk mendukung itu, Pemerintah Daerah (Pemda) harus aktif mem promosikan sektor pariwisata untuk menarik kunjungan wisatawan, baik domestik maupun luar negeri.
“Jangan sampai, daerah diam saja, tidak meningkatkan sektor pariwisatanya. Ini yang kadang membuat masyarakat lebih suka wisata ke luar negeri daripada ke domestik, karena wisata domestik kurang bagus,” warning-nya.
Baca juga : Hajar Mesir Di Uji Coba Terakhir, Brazil Siap Lumat Maroko
Padahal, sambung dia, kalau dirata-rata, harga tiket internasional masih lebih mahal.
“Hanya waktu-waktu tertentu saja tiket ke luar negeri bisa murah, karena tidak ada batasan harga seperti di Indonesia,” imbuhnya.
Untuk itu ia menegaskan, maskapai sebagai penghubung konektivitas udara antarwilayah juga perlu didukung setiap daerah yang disinggahinya, baik melalui peningkatan sektor pariwisata, logistik, maupun sumber daya lainnya yang selama ini menjadi andalan daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonominya.
Di tengah kondisi sekarang ini, sambung Gatot, semua pihak termasuk masyarakat perlu diberi pengertian soal tarif dan bagaimana kondisi biaya di lapangan.
Baca juga : Jelang Laga Perdana, Argentina Dibekap Badai Cedera
“Tujuannya, agar maskapai tetap mampu menghadirkan layanan terbaiknya, dan bisa terbang ke banyak rute di Indonesia,” pungkasnya. [IMA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya