Dark/Light Mode

KAI Logistik Angkut Lebih Dari 1 Juta Ton Barang Per Mei 2026

Kamis, 11 Juni 2026 12:38 WIB
Foto: Dok. KAI Logistik
Foto: Dok. KAI Logistik

RM.id  Rakyat Merdeka - KAI Logistik mencatatkan kinerja keseluruhan angkutan barang dengan volume sebesar 1.658.622 ton atau meningkat 10 persen pada Mei 2026, dibandingkan periode bulan sebelumnya.

Kinerja tersebut salah satunya didorong oleh kinerja angkutan kereta kontainer, yang menunjukkan pertumbuhan yang konsisten.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, layanan KA Kontainer telah mengangkut 1.193.688 ton barang atau setara dengan hampir 60 ribu perjalanan truk, mencerminkan semakin meningkatnya pemanfaatan moda kereta api sebagai solusi logistik yang efisien dan berkelanjutan.

Direktur Utama KAI Logistik Yuskal Setiawan mengatakan, layanan KA Kontainer mencatat kenaikan 8 persen secara tahunan pada 2025 dibandingkan 2024, melanjutkan tren pertumbuhan positif sebagai salah satu layanan unggulan.

“Pada 2026, kami menargetkan pertumbuhan yang lebih besar melalui penguatan layanan dan kapasitas angkut kereta api kontainer,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (11/6/2026).

Baca juga : Dorong Naik Kelas, Pengguna LinkUMKM BRI Tembus 16,46 Juta Hingga April 2026

 Yuskal menambahkan, langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menghadirkan solusi logistik yang tidak hanya efisien. Tetapi juga mendukung daya saing industri dan pembangunan logistik yang berkelanjutan.

Tren peningkatan volume semakin terlihat memasuki triwulan II-2026, dengan capaian tertinggi pada Mei sebesar 267.390 ton atau meningkat 20 persen dibandingkan awal tahun 2026.

“Untuk mengakomodasi pertumbuhan permintaan tersebut, perusahaan melakukan akselerasi kapasitas melalui penambahan dua rangkaian KA Kontainer,” ucapnya.

Yuskal mengatakan, langkah ini merupakan upaya KAI Logistik dalam menjawab kebutuhan pelanggan industri yang terus meningkat, sekaligus mendukung semakin kuatnya komitmen dunia usaha terhadap praktik logistik yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Ia juga menegaskan, transformasi sistem logistik nasional tidak hanya ditentukan oleh peningkatan kapasitas distribusi. Tetapi juga oleh kemampuan menghadirkan moda transportasi yang efisien, rendah emisi, dan berkelanjutan.

Baca juga : Virgil van Dijk Yakin Belanda Bisa Juara Piala Dunia 2026

Dalam konteks tersebut, Yuskal menyebut kereta api memiliki posisi strategis sebagai tulang punggung angkutan barang berkapasitas besar yang mampu mendukung konektivitas antarwilayah sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.

"Ke depan, tantangan logistik tidak lagi berbicara mengenai kecepatan pengiriman, tetapi juga menitikberatkan pada aspek tanggung jawab terhadap lingkungan dan infrastruktur,” ujarnya.

Peralihan sebagian angkutan barang ke moda kereta api merupakan investasi jangka panjang bagi ekonomi nasional karena mampu meningkatkan efisiensi rantai pasok, mengurangi biaya eksternal akibat kemacetan dan kerusakan jalan, serta mendukung pencapaian target pembangunan rendah karbon Indonesia.

“Peningkatan pemanfaatan moda kereta api untuk angkutan barang juga menciptakan multiplier effect bagi perekonomian,” ujarnya.

Distribusi logistik yang lebih andal akan memperkuat kelancaran pasokan bahan baku dan barang jadi bagi berbagai sektor industri, menjaga stabilitas rantai pasok, serta meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar domestik maupun global.

Baca juga : BRI Group Distribusikan Lebih dari 5000 Hewan Kurban di Berbagai Daerah

Pada saat yang sama, perpindahan distribusi dari jalan raya ke rel turut mengurangi tekanan terhadap infrastruktur jalan serta meningkatkan keselamatan bagi pengguna jalan.

“Sebagai bagian dari ekosistem transportasi nasional, KAI Logistik berkomitmen untuk terus memperluas pemanfaatan moda kereta api sebagai solusi logistik masa depan,” ujarnya.

Melalui peningkatan kapasitas, pengembangan jaringan layanan, dan kolaborasi dengan berbagai pelaku industri, perusahaan berharap semakin banyak distribusi barang yang beralih ke moda kereta.

“Sehingga mampu menciptakan sistem logistik yang lebih efisien, lebih aman, lebih hijau, dan lebih berdaya saing, sekaligus mendukung visi Indonesia menuju pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkas Yuskal.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.