Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RUPST PT Data Sinergitama Jaya, Pemegang Saham Setujui Reinvestasi Laba
Rabu, 17 Juni 2026 17:49 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Data Sinergitama Jaya Tbk (ELIT) atau Elitery, emiten penyedia layanan managed services dan solusi cloud, menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Public Expose Tahun Buku 2025, di Sheraton Grand Jakarta, Rabu (17/6/2026). Dalam agenda itu, pemegang saham menyetujui sejumlah langkah strategis perseroan untuk memperkuat pertumbuhan jangka panjang, termasuk reinvestasi laba guna mendukung ekspansi ke kawasan Asia dan Eropa.
Mengusung tema laporan tahunan Expanding Horizons, Sustaining Resilience, perseroan menegaskan komitmen untuk memperluas jangkauan bisnis di pasar internasional sekaligus memperkuat daya saing sebagai perusahaan teknologi Indonesia berstandar global.
Direktur Utama Elitery Kresna Adiprawira mengatakan, sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang, perseroan memperluas kehadirannya di Malaysia melalui Elitery Global Technology Sdn Bhd.
"Langkah ini jadi fondasi awal bagi rencana ekspansi yang lebih luas ke berbagai negara di kawasan Asia dan Eropa, seiring meningkatnya kebutuhan layanan cloud, kecerdasan buatan (AI), dan keamanan siber di tingkat global," kata Kresna, di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Dalam RUPS Tahunan itu, pemegang saham menyetujui reinvestasi laba bersih untuk memperkuat fundamental bisnis dan mendukung strategi pertumbuhan. Alokasi dana diarahkan pada pengembangan teknologi, ekspansi pasar internasional, serta penguatan layanan berbasis AI dan keamanan siber.
Baca juga : Prabowo ke Pengusaha: Seluruh Rakyat Indonesia Pemegang Saham Kekayaan Bangsa
Selain itu, kata dia, keputusan tidak membagikan dividen diambil untuk membangun bantalan likuiditas (cash buffer) di tengah ketidakpastian ekonomi global dan potensi tekanan makroekonomi. "Langkah strategis ini untuk mengamankan keberlangsungan operasional (going concern) dan menjaga fleksibilitas perseroan di masa depan," ujarnya.
Kresna menjelaskan optimisme perseroan pada 2026 didorong proyeksi peningkatan kebutuhan keamanan informasi global dan potensi ekonomi digital Indonesia yang terus bertumbuh pesat.
Dengan berbekal pengalaman menangani sistem mission critical sejak 2011, Elitery pun fokus pada akselerasi teknologi AI melalui platform seperti Elipedia, Elitementor, dan penguatan layanan keamanan siber yang proaktif.
Ia menegaskan, inovasi ini didukung status perseroan sebagai satu-satunya mitra lokal di Indonesia yang memiliki sertifikasi Google Cloud Managed Service Provider (MSP) dan Managed Security Services Provider (MSSP).
Pada awal 2026, Elitery juga meraih AWS Migration Competency Designation yang menegaskan keahlian perseroan dalam layanan migrasi dan transformasi cloud. Berbagai pencapaian ini semakin memperkuat keunggulan kompetitif Elitery dalam menghadirkan layanan berstandar global.
Baca juga : MK Putuskan Ibu Kota Negara Tetap Jakarta, Pembangunan IKN Tetap Lanjut
“Inovasi teknologi, terutama bidang cybersecurity dan AI, dan ekspansi regional ialah fokus utama kami di masa depan. Kami berkomitmen terus bertumbuh sebagai perusahaan teknologi Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global, khususnya di kawasan Asia dan Eropa,” ujar Kresna.
Ia menambahkan, pada 2025, Elitery mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 30,35 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp 33,72 miliar. Pencapaian ini mencerminkan kemampuan perseroan dalam menjaga kualitas profitabilitas di tengah optimalisasi pendapatan usaha yang tercatat sebesar Rp 462,86 miliar. Pada periode sama, laba kotor perseroan meningkat 7,69 persen menjadi Rp 124,33 miliar.
Kinerja ini didukung fokus Elitery pada layanan bernilai tambah tinggi termasuk penguatan solusi cloud, managed services, dan keamanan siber proaktif. Ini tercermin dari peningkatan gross profit margin dari 24,14 persen jadi 26,86 persen dan kenaikan EBITDA 17,49 persen menjadi Rp 68,69 miliar.
Dari sisi neraca, lanjut Kresna, fundamental keuangan perseroan juga menunjukkan penguatan. Aset lancar meningkat menjadi Rp171,58 miliar, sementara posisi kas dan bank menguat menjadi Rp 41,74 miliar.
"Tingkat kesehatan keuangan perseroan turut membaik seperti tercermin dari kenaikan Current Ratio dari 1,35 menjadi 1,24 pada 2025, serta penurunan Debt to Equity Ratio dari 1,08 jadi 0,88 pada 2025," tuturnya.
Baca juga : Sarana Jaya Dukung Pembangunan Parkir Terintegrasi di Lebak Bulus
Ia menambahkan penguatan struktur keuangan pun terlihat dari penurunan total liabilitas sebesar 4,52 persen menjadi Rp 138,65 miliar, sedangkan ekuitas perseroan tumbuh 17,84 persen jadi Rp 158,06 miliar.
"Dengan fundamental keuangan yang semakin solid, Elitery berada pada posisi lebih kuat melanjutkan strategi ekspansi, memperkuat inovasi layanan, dan meningkatkan daya saing sebagai perusahaan teknologi Indonesia dengan standar layanan global," pungkas Kresna.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya