Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ratas Di Hambalang, Presiden-Menteri Bahas Aturan Penghematan
Senin, 30 Maret 2026 08:31 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah tengah menggodok program penghematan yang sebentar lagi akan segera diberlakukan. Untuk mematangkan konsep tersebut, Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (Ratas) bersama beberapa menteri, di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Berbeda dari biasanya, ratas digelar secara virtual dari kediaman pribadi Presiden di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/3/2026). Duduk di meja bundar dan didampingi Staf Pribadi Rizky Irmansyah, Presiden memimpin rapat dari siang hingga sore hari.
Sejumlah menteri hadir melalui sambungan video. Mereka adalah Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko PMK Pratikno, Mendagri Tito Karnavian, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Investasi Rosan Roeslani, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri PAN-RB Rini Widiyantini, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Apa yang dibahas? Seskab Teddy menjelaskan, Presiden memberikan arahan terkait penyesuaian kebijakan nasional, terutama di sektor ekonomi dan energi.
“Rapat ini membahas langkah-langkah strategis dalam merespons situasi global yang berkembang, khususnya di sektor energi dan ekonomi,” ujar Teddy.
Baca juga : Antisipasi Krisis Energi, Para Menteri Mulai Lakukan Penghematan
Ratas ini juga menjadi forum sinkronisasi lintas kementerian agar kebijakan yang diambil tetap terarah dan responsif terhadap dinamika global.
Di kesempatan terpisah, Airlangga mengungkapkan, pemerintah telah menyiapkan berbagai skema efisiensi, termasuk opsi work from home (WFH) sebagai bagian dari strategi mitigasi.
Menurutnya, kebijakan ini penting untuk meredam dampak kenaikan harga minyak yang telah melampaui asumsi APBN 2026.
“Berbagai langkah strategis dibahas, mulai dari WFH adaptif, efisiensi anggaran, penguatan B50, hingga penghematan energi nasional,” kata Airlangga.
Pemerintah mengidentifikasi tiga sektor utama yang terdampak tekanan global, yakni stabilitas energi, rantai pasok global, dan pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, penguatan program biodiesel B50 serta efisiensi konsumsi energi menjadi fokus utama untuk menekan ketergantungan impor migas.
Baca juga : Bertemu Di Istana, Presiden RI Dan PM Malaysia Bahas Konflik Timur Tengah
“Pemerintah memastikan kebijakan berjalan terukur dan responsif untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan,” tegas Airlangga.
Dari sisi fiskal, Purbaya menyebut efisiensi anggaran akan dilakukan dalam tiga tahap dan menyasar seluruh kementerian/lembaga.
“Semua K/L akan melakukan efisiensi. Targetnya bisa menutup kekurangan anggaran,” ujarnya.
Pemerintah menargetkan penghematan hingga Rp 80 triliun guna mengantisipasi lonjakan belanja subsidi energi. Meski begitu, kebijakan ini tetap dirancang agar tidak mengganggu pelayanan publik.
Dari kalangan akademisi, Dosen Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surabaya Fatkur Huda menilai kebijakan WFH satu hari dalam sepekan bisa menjadi langkah efektif menekan konsumsi energi. Menurutnya, pengurangan mobilitas akan berdampak langsung pada penurunan konsumsi BBM dan beban subsidi.
Baca juga : Dirut KAI Tindaklanjuti Instruksi Presiden Soal Permukiman Bantaran Rel
“Kebijakan ini bisa menjadi strategi jangka pendek dalam mengendalikan konsumsi energi,” ujarnya.
Namun, ia mengingatkan agar penerapan WFH tetap berbasis kinerja, bukan sekadar kehadiran. Penguatan sistem digital, target kerja yang terukur, serta disiplin individu menjadi kunci menjaga produktivitas.
Fatkur menambahkan, WFH bukan solusi tunggal. Pemerintah tetap perlu mempercepat pengembangan energi terbarukan, efisiensi transportasi, serta digitalisasi ekonomi. Dengan kombinasi kebijakan tersebut, diharapkan Indonesia mampu menghadapi tekanan global tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya