Dark/Light Mode

MIND ID Reklamasi 8.000 Hektare Lahan, Pulihkan Biodiversitas

Rabu, 24 Juni 2026 22:42 WIB
Grup MIND ID mereklamasi lebih dari 8.000 hektare lahan pasca tambang dan merehabilitasi 37.700 hektare DAS hingga 2025 untuk menjaga biodiversitas.
Grup MIND ID mereklamasi lebih dari 8.000 hektare lahan pasca tambang dan merehabilitasi 37.700 hektare DAS hingga 2025 untuk menjaga biodiversitas.

RM.id  Rakyat Merdeka - Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID terus memperkuat pemulihan lingkungan melalui program reklamasi lahan pasca tambang dan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) di berbagai wilayah operasionalnya.

Hingga 2025, Grup MIND ID telah mereklamasi lebih dari 8.000 hektare lahan pasca tambang dan merehabilitasi lebih dari 37.700 hektare DAS.

Program tersebut menjadi bagian dari penerapan praktik pertambangan berkelanjutan yang terintegrasi sekaligus mendorong peningkatan kualitas keanekaragaman hayati.

Division Head of Sustainability MIND ID Binahidra Logiardi mengatakan, meningkatnya kebutuhan mineral strategis global harus diimbangi dengan pengelolaan lingkungan yang semakin baik.

Menurut dia, peningkatan produksi perlu berjalan seiring dengan pelaksanaan program pengelolaan lingkungan yang progresif dan terukur.

Baca juga : Alfons Manibui: Pasokan Batu Bara PLN Aman, Pemulihan Terus Dikebut

Langkah tersebut juga menjadi bukti komitmen perusahaan kepada regulator, investor, lembaga keuangan, dan pasar global.

“Realisasi reklamasi dan perlindungan biodiversitas menjadi salah satu fokus utama dalam implementasi Sustainability Pathway Grup MIND ID. Melalui pendekatan ini, setiap entitas didorong memiliki protokol pengelolaan biodiversitas yang memadai, khususnya di wilayah dengan nilai konservasi tinggi,” ujarnya.

Implementasi program tersebut mulai menunjukkan hasil di sejumlah wilayah operasional.

PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melalui Unit Bisnis Pertambangan Nikel Maluku Utara mencatat peningkatan indeks biodiversitas dari 1,757 menjadi 1,963.

Sementara itu, PT Freeport Indonesia menjalankan program konservasi mangrove yang secara kumulatif telah menjangkau lebih dari 2.200 hektare.

Baca juga : DPR Apresiasi Langkah Cepat PLN Pulihkan Listrik di Sumatera

Di sektor lain, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) berfokus pada rehabilitasi daerah tangkapan air Danau Toba.

Hingga 2025, luas rehabilitasi yang telah dilakukan mencapai lebih dari 4.000 hektare sebagai bagian dari penguatan fungsi hidrologis kawasan.

PT Timah Tbk juga mencatat peningkatan indeks biodiversitas dari 2,88 pada 2022 menjadi 3,26 pada 2025 melalui program reklamasi darat dan laut yang terintegrasi.

Adapun PT Vale Indonesia Tbk merealisasikan reklamasi lahan pascatambang seluas 156,67 hektare di Blok Sorowako dan 1,42 hektare di area Indonesia Growth Project (IGP) Morowali sepanjang 2025.

Perusahaan juga telah melakukan rehabilitasi DAS seluas 17.877 hektare di berbagai wilayah Indonesia.

Baca juga : Cedefindo Dorong Inovasi Kecantikan Berbasis Biotech dan Biodiversitas

Binahidra menegaskan, aspek keberlanjutan kini tidak lagi sekadar menjadi bagian dari operasional perusahaan, tetapi juga faktor penting dalam menjaga akses terhadap pendanaan dan pasar.

“Sustainability Pathway bukan sekadar alat pelaporan, melainkan instrumen untuk mengelola dampak, memitigasi risiko, dan menciptakan nilai jangka panjang,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat menegaskan bahwa pembangunan ekonomi harus berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan dan perlindungan keanekaragaman hayati.

“Pembangunan itu bukan hanya soal pulau dan pariwisata, tetapi juga terkait perkapalan, aktivitas ekonomi maritim, hingga sektor perikanan. Namun yang harus selalu diingat adalah bahwa proses pembangunan harus tetap berorientasi pada pelestarian lingkungan dan perlindungan keanekaragaman hayati,” kata Jumhur dalam Indonesia International Environmental Technology and Innovation Expo & Conference (INVIROTECH) 2026.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.