Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pecahkan Rekor Produksi Setrum
Top, PLTP Kamojang Pasok Listrik Ke 260 Ribu Keluarga
Selasa, 30 Juni 2026 06:40 WIB
Sebelumnya
Sementara, Penjabat Sementara (Pjs) General Manager PGE Area Kamojang Manda Wijaya Kusuma mengatakan, pengembangan panas bumi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi.
“Capaian ini menjadi semangat bagi PGE untuk terus mengelola aset panas bumi secara optimal,” ujarnya.
Keandalan tersebut tidak terlepas dari pengelolaan aspek operasi, keselamatan, keandalan aset, serta integritas dalam menjalankan seluruh proses bisnis.
“Hal ini menunjukkan bahwa panas bumi dapat terus menjadi sumber energi bersih yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan Indonesia,” kata Manda.
Baca juga : Menteri Bahlil Ajak Kampus Kejar Target Program E20
Setelah satu abad menjadi bagian dari perjalanan energi Indonesia, Kamojang terus bertransformasi untuk menjaga keberlanjutan manfaat panas bumi bagi generasi mendatang.
Dan sebagai fasilitas panas bumi tertua yang telah beroperasi komersial sejak 1983, PGE Kamojang terus melakukan inovasi untuk menjaga keandalan aset sekaligus mengoptimalkan potensi panas bumi yang tersedia.
Salah satu langkah yang tengah dikembangkan adalah pemanfaatan uap dari sumur-sumur bertekanan rendah (low-pressure steam) yang ditargetkan menghasilkan tambahan kapasitas sebesar 5 MW pada 2028, tanpa perlu pembukaan lahan maupun pengeboran sumur baru.
“Inovasi ini menjadi bagian dari upaya PGE dalam meningkatkan pemanfaatan aset secara efisien dan berkelanjutan,” tuturnya.
Baca juga : Aksi Nyata Warga Bantu Jakarta Jadi Kota Global
Optimalisasi aset di Kamojang juga menjadi bagian dari strategi PGE, dalam memperkuat pengembangan panas bumi di berbagai wilayah operasi.
“Melalui sejumlah proyek quick win dan ekspansi kapasitas, PGE menargetkan peningkatan kapasitas terpasang hingga mencapai 1 Gigawatt (GW) pada 2028, 1,8 GW pada 2033, serta visi jangka panjang sebesar 3 GW,” sebut Manda.
Dia menekankan, pengembangan panas bumi di Kamojang tidak hanya berkontribusi pada penyediaan energi bersih. Tetapi juga menghadirkan manfaat di luar sektor kelistrikan. Salah satu bentuk nyata terlihat melalui sektor pertanian, khususnya pengembangan kopi lokal.
Manda melanjutkan, melalui pemanfaatan langsung (direct use) panas bumi, PGE Kamojang menghadirkan inovasi Geothermal Dry House yang membantu mempercepat proses pengeringan kopi.
Baca juga : Pantai Gading Vs Norwegia, Gajah Setara Viking
“Dari Kamojang, panas bumi terus menghadirkan manfaat bagi ketahanan energi, percepatan transisi energi, pertumbuhan ekonomi lokal, dan keberlanjutan Indonesia,” tutupnya. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya