Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kunjungi Nagrek dan Tasikmalaya
Bamsoet Apresiasi Jawa Barat Tunjukkan Ketahanan Ekonomi di Tengah Gejolak Dunia
Sabtu, 20 Juni 2026 12:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota DPR sekaligus Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Bambang Soesatyo (Bamsoet), menilai ketahanan ekonomi Jawa Barat menjadi salah satu bukti bahwa daerah dapat tetap tumbuh kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global yang dipicu perlambatan perdagangan internasional, konflik geopolitik di berbagai kawasan, fluktuasi harga komoditas, hingga tekanan terhadap rantai pasok dunia. Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada tahun 2025 berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sekitar 5,11 persen sepanjang tahun dan 5,39 persen pada triwulan IV-2025. Sementara tingkat inflasi Jawa Barat tetap terjaga pada level 2,63 persen.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa Jawa Barat memiliki daya tahan yang lebih kuat dibandingkan berbagai daerah lain dalam menghadapi perlambatan ekonomi global. Kinerja sektor industri pengolahan, perdagangan, logistik, konstruksi, serta investasi menjadi faktor utama yang menopang pertumbuhan tersebut.
Menurut Bamsoet, capaian ini menunjukkan bahwa fondasi ekonomi Jawa Barat sangat kuat. Ketika dunia menghadapi ketidakpastian akibat konflik geopolitik, perlambatan ekonomi sejumlah negara maju, hingga tekanan perdagangan global, perekonomian Jawa Barat tetap mampu tumbuh di atas rata-rata nasional dengan inflasi yang terkendali.
Baca juga : RI Suarakan Ketahanan Pangan Dan Energi Dunia
"Ini merupakan indikator penting bahwa struktur ekonomi daerah semakin kuat dan kokoh,” ujar Bamsoet, di Liwet Asep Stroberi usai mengunjungi Nagrek, Kabupaten Bandung, dan Tasikmalaya, Sabtu (20/6/2026).
Ketua DPR ke-20 dan Ketua MPR ke-15 ini menjelaskan, salah satu indikator penting yang memperlihatkan kualitas pertumbuhan ekonomi Jawa Barat adalah keberhasilan menjaga inflasi. Pada Desember 2025, inflasi tahunan Jawa Barat tercatat sebesar 2,63 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 2,92 persen. Stabilitas harga ini sangat penting karena berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat dan kepastian usaha.
“Pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan sulit memberikan manfaat maksimal apabila inflasi tidak terkendali. Karena itu, keberhasilan Jawa Barat menjaga inflasi pada kisaran 2,63 persen merupakan pencapaian yang sangat penting karena menjaga daya beli masyarakat sekaligus meningkatkan kepercayaan investor,” kata Bamsoet.
Baca juga : Perbaiki Tata Kelola Sumber Daya, Fokus Pulihkan Kinerja Ekonomi
Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menilai, posisi Jawa Barat sebagai pusat industri manufaktur nasional menjadi faktor utama yang menopang ketahanan ekonomi daerah. Berbagai kawasan industri di Karawang, Bekasi, Purwakarta, Subang hingga kawasan Rebana terus menarik investasi baru, khususnya pada sektor otomotif, kendaraan listrik, elektronik, logistik, dan industri berbasis teknologi. Arus investasi tersebut menghasilkan efek berganda yang memperkuat aktivitas ekonomi, memperluas kesempatan kerja, sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
“Keunggulan Jawa Barat terletak pada perpaduan antara basis industri yang kuat, infrastruktur yang semakin lengkap, serta kedekatan dengan pusat pasar nasional. Faktor-faktor ini membuat Jawa Barat menjadi daya tarik investasi yang sangat kompetitif di tingkat regional maupun global,” urai Bamsoet.
Ketua Umum ARDIN Indonesia ini mengingatkan, tantangan ke depan tetap tidak ringan. Perlambatan ekonomi global, kebijakan proteksionisme perdagangan, disrupsi teknologi, hingga persaingan investasi antar negara akan terus menjadi faktor yang mempengaruhi kinerja ekonomi daerah. Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan infrastruktur logistik, percepatan hilirisasi industri, serta pengembangan ekonomi berbasis inovasi harus menjadi prioritas pembangunan Jawa Barat dalam beberapa tahun mendatang.
Baca juga : Bambang Patijaya: Pemerintah Jaga Stabilitas Energi di Tengah Gejolak Global
“Ketahanan ekonomi tidak cukup diukur dari angka pertumbuhan yang tinggi. Yang lebih penting adalah bagaimana pertumbuhan tersebut mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas, memperkuat daya beli masyarakat, mengurangi ketimpangan, dan meningkatkan kesejahteraan secara merata,” pungkas Bamsoet.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya